Arsip Blog

Suara Kebenaran 4. Belas Kasihan Tuhan

Mungkin kita merasa puas dan bangga telah memiliki belas kasihan kepada sesama, namun apakah kita sudah mengenakan belas kasihan Tuhan, atau sekadar perasaan sentimentil manusiawi?

Silakan subscribe YouTube Channel RehobotMinistry untuk memperoleh video khotbah Suara Kebenaran secara rutin.

Iklan

Suara Kebenaran 3. Menerima Orang Lain

Bagaimana cara menerima orang lain seperti Allah menerima mereka dan mengasihi mereka sesuai dengan kehendak Allah?

Silakan subscribe YouTube Channel RehobotMinistry untuk memperoleh video khotbah Suara Kebenaran secara rutin.

Cara Memandang Sesama

Kita harus memandang sesama dengan kerinduan agar mereka beroleh keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Dalam hidup kita sebagai anak-anak Allah, Tuhan mengajar kita memandang manusia lain seperti Tuhan memandang. Hal ini merupakan langkah nyata menerapkan kasih kepada sesamanya. Itulah sebabnya orang percaya harus ada di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai lingkungan. Dari  anggota keluarga sendiri, keluarga besar sampai masyarakat luas, masyarakat kelas bawah sampai atas, dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang berpendidikan tinggi. Dari yang rohani dan yang saleh sampai kepada yang tidak bermoral, dari mereka yang menguntungkan sampai kepada yang merugikan, dari yang mengasihi kita sampai kepada yang membenci, dari yang setia dan yang berkhianat dan lain sebagainya. Meninggalkan keramaian menjauhi manusia lain dan pergaulan untuk bisa menyepi di tempat terpencil, merupakan usaha untuk melarikan diri dari kehidupan normal adalah sikap pengecut yang tidak membuat seseorang memiliki keunggulan, sebagai manusia yang memanusiakan orang lain. Biasanya mereka berpendirian bahwa dengan melakukan hal tersebut mereka memiliki hubungan yang eksklusif dengan allah yang disembah dan menjadi manusia unggul. Justru keunggulan seseorang adalah ketika bergaul dengan manusia lain dan menjadikan manusia lain sebagai sesamanya seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

Bagaimana kita bisa memandang manusia seperti Allah memandang ? Harus dimulai dar pengertian kita mengenai kenyataan bahwa Allah menaruh roh yang berasal dari Dia dalam diri setiap insan. Sejatinya semua manusia yang memiliki roh dari Allah adalah anak-anak Allah. Tetapi karena dosa, manusia tidak memiliki karakter seperti Bapa. Inilah yang menjadi pertimbangan awal. Bukan tanpa alasan kalau Tuhan mengingini roh yang ada di dalam diri manusia dengan cemburu atau dengan sangat kuat. Allah mengingini roh tersebut, dimaksudkan agar tidak terseret ke dalam api kekal. Oleh karena itu Bapa mengutus putraNya yang tunggal untuk menyelamatkannya. Hal ini menunjukkan betapa mahal harga roh manusia. Nilai tinggi ini harus disadari sepenuh oleh orang percaya dan berjalan sepikiran dan seperasaan dengan Allah Bapa yang mengupayakan keselamatan mereka. Kalau seseorang menyadari nilai hidup manusia ini, maka ia akan rela mengorbankan apapun demi keselamatannya. Dan ternyata apapun yang kita korbankan tidak ada artinya dibanding dengan nilai manusia itu. Itulah sebabnya beribu-ribu malaikat di Surga bersukacita atas satu jiwa yang bertobat.

Suara Kebenaran 2. Cara Memandang Sesama

Tuhan mengajar kita memandang dan memperlakukan orang lain seperti Dia memandang dan memperlakukan mereka. Inilah langkah nyata menerapkan kasih terhadap sesama.

Silakan subscribe YouTube Channel RehobotMinistry untuk memperoleh video khotbah Suara Kebenaran secara rutin.

Kasih Itu Menanggung Segala Sesuatu

Melakukan kehendak Tuhan itu bukan saja kalau kita tidak berbuat kesalahan moral seperti yang dikenal oleh etika dan aturan moral pada umumnya, tetapi juga berarti berbuat seperti apa yang Tuhan perbuat atau bertindak seperti Tuhan bertindak. Bila kita belum bertindak seperti Tuhan bertindak, itu berarti kita belum melakukan kehendak-Nya dan mengikut Dia dengan benar. Alkitab berkata bahwa: “kalau kita percaya kepada Dia dan mengaku hidup didalam Dia, kita wajib hidup sama seperti Dia hidup” (1Yoh. 2:6).

Salah satu perbuatan kasih Tuhan Yesus yang patut kita contoh yang merupakan model tindakan sempurna adalah menutupi dosa demi kebaikan orang yang berdosa dan Ini bukan suatu tindakan kompromi pada kesalahan. Bila kita menemukan saudara kita berbuat salah, maka kita harus menggembalakannya.

Dalam Gal. 6:1 Paulus mengajarkan, kalau saudara kita berbuat pelanggaran, kita yang rohani menuntunnya kepada kebenaran. Bukan malah membongkar kesalahannya, seperti seorang reporter yang berhasil menemukan berita mahal. Contoh konkret yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah ketika Tuhan Yesus melindungi perempuan yang berbuat zina (Yoh. 8:1-10). Ketika Tuhan Yesus menghindarkan wanita ini dari hukuman rajam, bukan berarti ia melindungi dosa. Tuhan Yesus tidak melindungi dosa tetapi ia melindungi manusia berdosa. Sikap ini merupakan upaya untuk menggagalkan rencana iblis membinasakan seseorang. Ingat tidak ada orang bercita-cita menjadi manusia berdosa. Jadi bila kita jumpai ada saudara kita yang berbudat dosa, maka kita yang lebih rohani harus membimbingnya kedalam kebenaran.

Saat ini banyak orang dapat mengusir setan yang merasuk dalam diri seseorang, tetapi banyak orang tidak bisa mengusir setan dari dirinya sendiri. Dalam 1Kor. 13:7, dikatakan bahwa kasih itu menutupi segala sesuatu (panta stegī-it always protects). Hal ini termasuk melindungi nama baik suami, istri, teman pelayanan, pendeta dan lain-lain.

Ketika Tuhan Yesus membebaskan wanita yang berzina dalam Yohanes 8, Tuhan Yesus bertindak tidak sesuai dengan hukum Musa. Seharusnya perempuan ini dilempari batu. Tetapi Tuhan Yesus mengajarkan sesuatu yang lain, hukum yang disempurnakan (Mat. 5:17-20). Hukum yang dikenal oleh manusia pada umumnya yang disusun dalam hukum-hukum agama, moral dan etika bukanlah standart kita. Standart kita adalah moral Allah (Mat. 5:48). Barangkali kita berkata berat, ya memang berat. Mengikut Yesus kita dilatih bukan saja melakukan apa yang dapat kita lakukan tetapi melakukan apa yang tidak dapat kita lakukan sebelumnya. Bila kita mengikut Yesus hanya melakukan apa yang dapat kita lakukan sebelumnya, apa arti proses pemuridan dan pendewasaan dalam Tuhan. Apa artinya “mengikut” Yesus. Jangan diubah Yesus mengikut kita, karena kita baik dan Tuhan kagum dengan kebaikan kita. Disinilah letak keunggulan menjadi orang kristen, kita dapat berbuat seperti Yesus berbuat. Kita membangun persekutuan dan gereja ini bukan sekedar mengumpulkan orang beragama yang mengerti kebaktian dalam pertemuan bersama dan hidup bergereja, tetapi kita bersama belajar dari Tuhan yesus segala kebenaran dan kesucian-Nya (Mat. 11:28). Keberhasilan pengiringan kita bukan pada suksesnya kita menjadi pendeta atau aktivis jemaat yang berhasil mengumpulkan masa, tetapi seberapa jauh kita mengumpulkan sifat Kristus dalam kehidupan ini.

SolaGracia.

%d blogger menyukai ini: