Surat Gembala: MAKNA PEMELIHARAAN BAPA

Allah kita adalah Allah yang berintegritas sempurna dalam segala hal. Untuk hal itu, tidak ada alasan sedikit pun bagi orang percaya untuk meragukan-Nya. Allah Bapa kita sangat memahami kebutuhan kita. Bagaimana tidak, Ia berkomitmen memberikan matahari, baik kepada orang jahat dan orang baik, apalagi bagi anak-anak-Nya sendiri. Seharusnya kita tidak perlu kuatir lagi. Ia memiliki natur kerja dan bertanggungjawab, sehingga kita pun juga harus demikian. Orang percaya harus kerja keras guna memenuhi kebutuhannya dan Bapa akan memberkati-Nya. Bapa memelihara burung yang terbang di udara mencari makan, bukan burung yang malas di dalam sarangnya (Mat. 6:26).
Bapa telah menentukan tatanan kehidupan bagi semua makhluk secara adil, berkenaan dengan pemenuhan kebutuhan jasmaninya (Mat. 5:45). Bapa bukanlah pribadi yang curang, sehingga karena kita anak-anak-Nya, walaupun
tidak bekerja dan tidak bertanggungajawab maka Ia akan tetap memberkatinya. Pemahaman ini sangat keliru dan justru merendahkan martabat Allah Bapa yang Agung. Bapa telah menetapkan hukum tabur tuai sebagai mekanisme yang ditetapkan bagi setiap orang, entah dia orang percaya atau bukan. Walaupun dia orang di luar Tuhan, jika hidupnya jujur, kerja keras dan tanggungjawab maka dengan sendirinya berkat yang menjadi bagiannya akan diterimanya.
Sangat ironis jika ternyata anak Tuhan telah salah mengartikan pemeliharaan Bapa. Dengan berdoa dan “beriman” saja maka berkat Tuhan akan dicurahkan. Mengapa bisa demikian? Orang percaya telah terobsesi dengan kehidupan bangsa Israel dimana sepertinya mudah sekali untuk mendapatkan berkat dan pemeliharaan Tuhan. Kenyataannya tidak demikian! Bangsa Israel dihadapkan kepada dua pilihan, berkat dan kutuk, ketika taat mereka diberkati tetapi jika tidak taat mereka kena kutuk (Yos. 8:34). Kita harus tahu bahwa bangsa Israel diberikan hak-hak demikian, karena bangsa ini mengemban tugas untuk menyimpan dokumen pengenalan akan Allah yang benar. Kita memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan umat Isreal, jika mereka fokusnya kepada hal-hal duniawi, tetapi bagi kita fokusnya adalah dunia yang akan datang. Standar mereka hukum Taurat, sementara kita adalah sempurna seperti Bapa.
Janji kelimpahan yang Tuhan berikan bagi umat percaya sangat berkualitas tinggi terkait dengan karakter, bukan hanya hal-hal materi saja (Yoh. 10:10). Bapa akan lebih mengutamakan pembentukan karakter anak-anak-Nya daripada pemenuhan kebutuhan jasmaninya, karena karakterlah yang akan dibawa untuk menjumpai Dia kelak di kekekalan. – Solagracia –

Janji kelimpahan yang Tuhan berikan bagi umat percaya sangat berkualitas tinggi terkait dengan karakter, bukan hanya hal-hal materi saja

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 27 April 2015, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: