MAKNA KEBANGKITAN TUHAN YESUS

Bagi orang percaya, kebangkitan Kristus sudah final dan tidak perlu diragukan lagi. Kebangkitan Kristus adalah fakta sejarah yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya, karena memiliki saksi yang cukup. “Banyak orang” (Mat. 27:53). Tanpa kebangkitan Kristus, kekristenan sama sekali tidak memiliki makna apa-apa (1Kor. 15:13). Keempat Injil memberikan porsi khusus tentang kisah kebangkitan Kristus, dibanding kisah kelahiran, kematian dan kenaikan. Kebangkitan Kristus adalah pusat pemberitaan Injil karena merupakan tumpuan harapan seluruh manusia akan kebangkitannya kelak. Bahkan, kebangkitan Kristus merupakan puncak kemenangan dari “pertaruhan” maha hebat Allah Bapa akan masa depan kekekalan dimana Kristus bisa membuktian kesalahan Lucifer, dengan ketaat-Nya dalam keadaan-Nya sebagai manusia biasa. Tuhan Yesus telah mempertaruhkan segenap jiwa dan raga-Nya untuk taat sebagai bukti bahwa hidup-Nya saleh, sehingga Ia layak dibangkitan dari maut.
Orang percaya tidak perlu terganggu dengan banyaknya fitnahan klasik yang telah dirintis oleh orang-orang Yahudi dengan mengatakan “Kristus tidak bangkit melainkan mayat-Nya dicuri oleh murid-murid-Nya” (Mat. 28:11-15). Hari ini banyak orang mempercayainya! Paulus berkata, “yang ku kehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan bersekutu dalam penderitaan-Nya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati” (Fil. 3:10-11). Fokus kita adalah bagaimana hidup sebagaimana Kristus hidup dan taat sampai mati di Salib, sehingga Ia layak memperoleh kebangkitan-Nya. Inilah kunci keimanan Kristen kita guna memperoleh kebangkitan kelak di kekekalan dan menerima kemuliaan bersama dengan Kristus. Persekutuan kita dengan Kristus bukan sesederhana yang dipikirkan orang selama ini, dimana kebangkitan Kristus dipahami sebagai “bemper” masalah-masalah hidup. Sikap ini salah! Memaknai kebangkitan Kristus, harus ditindaklanjuti dengan kesediaan kita untuk hidup menyatu dengan keteladanan-Nya dimana Ia telah memilih bertahan untuk taat dalam penderitaan-Nya guna memenuhi kualifikasi kesalehan yang Bapa kehendaki. Dengan demikian harapan untuk dibangkitan bersama Kristus bisa terwujud. Adalah kejahatan di mata Allah jika ketaatan Kristus disejajarkan dengan pergumulan manusia untuk mendapatkan berkat-berkat jasmaniah. Ketaatan Kristus adalah pertaruhan terhadap penegakan supremasi Allah di dalam diri-Nya. Demikianlah hendaknya kita! Amin. – Solagracia

Adalah kejahatan di mata Allah jika ketaatan Kristus disejajarkan dengan pergumulan manusia untuk mendapatkan berkat-berkat jasmaniah

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 13 April 2015, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: