Surat Gembala: KEMERDEKAAN SEJATI

Seseorang dapat sungguh-sungguh mengalami kemerdeakaan bila tetap berada di dalam Firman (Yoh. 8:31-32). Tetap dalam Firman maksudnya agar hidup kita selaras dengan Firman Tuhan (dituntun dan dipandu oleh Firman Tuhan). Bila demikian maka ia disebut sebagai murid. Tanpa disadari banyak orang Kristen yang hidup dalam kefasian. Pasif dalam mencari pengenalan akan kebenaran. Penganalan akan kebenaran disini dapat membuat seseorang merdeka. Iblis sering menipu dengan kepasifan sehingga hari-hari hidupnya tidak belajar Firman Tuhan dengan tekun. Iblis mengisi oikiran dengan berbagai sampah-sampah dari tontonan di layar kaca sampai layar lebar dan berbagai media lain yang tidak mengajarkan kebenaran. Hal ini akan menyebabkan seseorang tidak menggunakan kebebasan bertindak dan mengambil keputusan dengan cerdas dan cermat. bnyak manusia yang tidak jelas arah perjalanan hidupnya sebab kepafisan ini. Tidak jarang dijumpai orang Kristen yang mohon bimbingan Tuhan, mohon arah untuk memulihkan kehidupannya tetapi tidak pulih-pulih, sebab ia tidak melangkah untuk mencari kebenaran. Padahal Tuhan menghendaki melangkah dulu mengenal kebenaran. Mengenal kebenaran identik dengan mengenal Allah, mengenal pribadi-Nya, mengenal kehendak-Nya, mengerti maksud-maksud-Nya.

Pengenalan yang bertumbuh melalui pergumulan kengkrit inilah yang membuahkan kemerdekaan. Kenyataannya dapat dilihat banyak orang Kristen yang sudah merdeka tetapi sebenarnya masih terikat dengan berbagai ikatan disa. Kemerdekaan yang diakui dan dirasanya sebenarnnya hanyalah mimpi semata-mata atau fantasi. Berkenaan dengan hal ini perlu diketahui ada dua jenis kemerdekaan. Kemerdekaan pasif dan kemerdekaan yang diterima dari Tuhan Yesus yang membuat seseorang tidak dimiliki oleh kuasa kegelapan lagi. Dengan kemerdekaan ini seseorang dapat bertumbuh dalam kesempurnaan. Kemerdekaan aktif adalah kelepasan dari ikatan-ikatan dosa buah dari pergumulan pribadi dengan pimpinan Roh Kudus yang membuat seseorang semakin terikat dengan Tuhan. Kemerdekaan aktif adalah sebuah perjuangan yang terus menerus sampai Tuhan datang kembali, tidak boleh berhenti dan tidak bisa berhenti. Kemerdekaan aktif menuntut kesungguhan. Semakin orang merdeka semakin ia menikmati damai sejahtera Tuhan. Tidak sedikit orang Kristen yang hanya memiliki kemedekaan pasif dan tidak bertumbuh dalam kemerdekaan aktif, sehingga mereka tidak bertumbuh makin merdeka. Mereka adalah orang-orang Kristen yang tidak mengerti arah hidup kekristenannya; orang Kristen yang tidak bertanggung jawab. -solagracia-

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 18 Agustus 2014, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: