Surat Gembala: ANUGERAH TIDAK MENGHILANGKAN SYARAT

Mereka yang masuk kerajaan Sorga atau diselamatkan adalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapa (Mat. 7:21-23). Tuhan membiarkan orang ada bersama-sama dengan Tuhan, tetapi Ia akan melarang orang masuk Kerajaan-nya bila tidak melakukan kehendak Bapa. Iblis tidak melarang seseorang menjadi anggota gereja rajin, menjadi pengurus atau pekerja gereja bahkan menjadi pendeta, tetapi ia akan berusaha menghambat dan menghancurkan orang-orang yang berusaha hidup sesuai dengan kehenak Allah. Paling menakutkan bagi iblis adalah orang percaya yang berusaha melakukan kehendak Allah seperti Tuhan Yesus. Inilah keselamatan itu yaitu melakukan kehendak Allah. Dalam hal ini keselamatan bukan tanpa syarat. Anugerah tidak meniadakan syarat untuk masuk Kerajaan Allah. Anugerah bukan berarti semua dikerjakan oleh Tuhan dan manusia hanya diam seperti boneka yang tidak perlu meresponi karya keselamatan-Nya. Inilah kesalahan banyak orang Kristen yang kalau berbicara mengenai anugerah asumsinya adalah semua serba cuma-cuma. Jika bukan cuma-cuma berarti bukan anugerah. Dalam hal ini kita harus kembali merumuskan pengertian anugerah secara benar. Menempatkan anugerah pada tempat yang benar. Kesalahan memahami anugerah berarti kegagalan menerima keselamatan yang sejati. Anugerah justru menempatkan orang percaya pada pertaruhan yang mahal, sebab ia harus belajar melakukan kehendak Allah seperti Tuhan Yesus. Inilah yang dimaksud dengan percaya itu.

Alkitab jelas mengatakan “yang percaya kepada-Nya” beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16). Dalam Matius 7:21-23 mereka yang memanggil nama Yesus sebagai Tuhan harus melakukan kehendak Bapa, jika tidak maka ia belum dihisapkan sebagai orang percaya. Percaya berarti menyerahkan diri kepada obyek yang dipercaya. Kalau seseorang percaya kepada Tuhan Yesus berarti harus mau menerima ajakan Tuhan Yesus menjadi anak-anak Allah supaya Tuhan Yesus menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Menjadi anak Allah berarti melakukan kehendak Bapa. Tuhan Yesus tidak menerima orang yang mengaku percaya tetapi tidak berkelakuan seperti diri-Nya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa saudara-saudara-Nya adalah orang yang mendengar Firman Tuhan dan melakukan Firman itu atau menjadi pelaku Firman atau pelaku kehendak Allah (Luk. 8:21). Dengan demikian jelas sekali syaratnya untuk menjadi anggota keluarga Allah yaitu melakukan kehendak Allah. Tanpa syarat ini dipenuhi seseorang tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah. Syarat ini bukanlah bernilai sebagai “respon” terhadap anugerah Allah yang tidak terkatakan. -solagracia-

Kesalahan memahami anugerah berarti kegagalan menerima keselamatan yang sejati.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 11 Agustus 2014, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: