Surat Gembala: DENGAN UPAYA DAN KERJA KERAS

Banyak orang Kristen yang berpikir salah, mereka berusaha menyelesaikan semua masalah dengan “karunia”. Mereka lebih suka hanya menantikan mukjizat Tuhan dinyatakan. Ini terjadi oleh karena mereka merasa sebagai anak Tuhan yang memiliki jaminan “luar biasa” dari Tuhan. Jaminan itu termasuk menggunakan kuasa-Nya yang ajaib. Mereka menganggap bahwa hal itu yang diperkenankan oleh Allah. Sepanjang umur hidup mereka harus mengalami hal-hal yang ajaib dan spektakuler tersebut. Pada hal banyak hal dalam hidup ini yang harus diselesaikan dengan upaya, tenaga dan kerja keras kita sendiri, inilah yang disebut dengan tanggung jawab. Adapun hal-hal yang tidak mungkin bisa dilakukan tanpa campur tangan Tuhan, Tuhan pasti menopang. Dalam hal ini dibutuhkan karunia. Tuhan akan memberikan karunia pada waktu tepat sesuai dengan kebutuhan demi kepentingan-Nya dalam kebijaksanaan-Nya.

Sering kita dengar pendeta berdoa agar Tuhan memberkati umat-Nya dengan berkat-berkat-Nya, tetapi mereka tidak mengajak dengan tegas umat untuk bekerja keras, giat dan jujur. Mestinya paling tidak diisyaratkan demikian. Tidak sedikit pendeta yang mengisyaratkan bahwa orang Kristen tidak perlu kerja giat, tanpa kerja giat berkat datang dengan sendirinya lebih banyak. Hal ini akan merusak generasi muda untuk memaksimalkan potensi pada masa mudanya di tengah persaingan yang makin ketat. Dalam hal ini dikesankan bahwa apa pun dan bagaimana pun cara kerja kita, Tuhan pasti berkati (berkat jasmani). Pemahaman ini salah.

Dalam Matius 5:45 Tuhan menunjukkan bahwa sedikit atau banyak berkat jasmani seseorang tergantung “ketekunan” seseorang mengumpulkannya. Oleh sebab itu salahlah kalau gereja menjanjikan bahwa dengan ke gereja rejeki lebih lancar, berkat jasmani lebih banyak. Berkat jasmani banyak atau sedikit dipengaruhi oleh ketekunan seseorang bekerja. Juga tergantung kepercayaan Tuhan kepada masing masing berdasarkan kebutuhan. Berdasarkan kebutuhan artinya, Tuhan mengerti porsi sesuai yang kita butuhkan. Akhirnya, berkat jasmani yang diterima anak Tuhan tergantung kapasitas seseorang menerima berkat tersebut. Tuhan tahu porsi yang mampu kita tanggung. Kalau berkat terlalu banyak dan hal itu mengganggu pertumbuhan iman kita maka Tuhan tidak akan memberinya. Tuhan tahu ukuran kita. Seperti yang disinggung di atas bahwa manusia harus bertanggung jawab. Ini berarti bahwa akibat perbuatan individu harus ditanggung individu tersebut. Tuhan tidak akan membiarkan suatu kesalahan tidak ada akibatnya, sebab ini berarti melanggar prinsip keadilan Tuhan. -Solagracia-

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 7 Juli 2014, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: