Surat Gembala: MENGAMBIL POSISI

Betapa sulitnya keadaan Nuh dan keluarganya yang harus melawan arus dunia pada waktu itu. Semangat hidup mereka bertentangan dengan semangat jaman yang ada (spirit of the age) (Kej. 6). Tetapi mereka berani mengambil posisi (positioning) yang berbeda sekali dengan dunia dan manusia sekitarnya. Hidup mereka dirampas oleh panggilan untuk menempatkan diri sebagai umat yang terpilih yang diselamatkan oleh Tuhan. Setiap hari mereka bekerja keras membangun bahtera di tengah-tengah hujan ejekan dan cemoohan orang kepada mereka. Tetapi mereka tetap dalam integritas yang tinggi bagi Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang berani membayar harga keselamatannya. Ini adalah gambaran yang tidak pernah lekang oleh jaman. Orang yang diperkenan Tuhan membawa pesan bagi generasinya adalah orang-orang yang mau diasingkan oleh Tuhan. Diasingkan bukan berarti meninggalkan kesibukan dan keramaian, tetapi berani mengenakan cara hidup yang berbeda dengan dunia hidup yang berbeda itu? Dalam hal ini seseorang harus menerima pewahyuan kebenaran orisinil yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Berkenaan dengan ini perlu diketahui bahwa setiap jaman Tuhan membuka rahasia Firmannya yang kontekstual dapat menjawab kebutuhan umat pilihan pada jamannya atau sesuai dengan keadaan jaman dimana mereka hidup. Tuhan menyingkapkan kebenaran pada jaman Martin Luther yang dapat menjawab kebutuhan umat pada jamannya. Tetapi apa yang disingkapkan Tuhan pada jaman itu, belum bisa menjawab kebutuhan orang pilihan 500-600 tahun kemudian, yaitu pada jaman kita hidup sekarang ini. Sekarang ini dibutuhkan pewahyuan yang lebih dahsyat dari jaman-jaman sebelumnya, sebab jaman ini kedahsyatan kejahatan juga sangat luar biasa.

Dunia kita hari ini tidak bisa diantisipasi dengan kekristenan yang biasa-biasa saja. Ternyata Injil bisa menyesuaikan jaman dan mampu mengantisipasi dengan kokoh, sakti dan cerdas. Kita percaya bahwa Injil lebih sakti dari Pancasila, masalahnya adalah bagaimana menggali Injil dengan benar dan berani mengenakan dengan integritas yang tinggi. Hanya orang-orang yang mengambil posisi (positioning) sebagai pengikut Kristus yang sejati yang akan mampu mengenakan Injil yang murni. Kepada mereka Tuhan akan semakin membuka pewahyuan Firman-Nya lebih dahsyat. Kekristenan seperti ini adalah kekristenan yang akan menyita seluruh kehidupan. Cepat atau lambat warna hidup yang istimewa ini akan tercium oleh setiap orang. Sebagai orang percaya yang mengambil posisi ini, harus setia mempertahankan integritas sebagai pengikut Kristus walaupun diejek atau dianggap rendah oleh lingkungan kita. Dalam hal ini dibutuhkan kesetiaan dan keteguhan hati yang luar biasa. -Solagracia-

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 23 Juni 2014, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: