Surat Gembala: MENGEMBANGKAN TERANG

Satu hal yang tidak boleh keliru adalah bahwa orang yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja dapat memiliki suatu reputasi dan identitas “hamba Tuhan”. Lalu berharap bisa dipakai Tuhan secara luar biasa. Yang penting sebenarnya adalah fungsional sebagai terang bagi dunia sekitar, sebab percuma panggilan yang diterima sebagai hamba Tuhan kalau ternyata hanyalah sebuah pelita yang padam atau tidak terang nyalanya. Oleh sebab itu patut senantiasa memeriksa pelita hidup masing-masing apakah tetap menyala atau sudah redup bahkan padam sama sekali (Luk. 12:35; Mat. 5:16). Pelita di sini menunjuk kepada kehidupan pribadi kita. Pelita yang menyala menunjuk kepada kehidupan yang memberkati orang lain. Dalam Matius 5:14, pelita menunjukkan Yerusalem. Ini berarti bahwa kehidupan orang percaya akan membuat hidup orang lain terarah, terarah ke Tuhan. Ini adalah kehidupan yang memberkati orang lain, sebab dengan kehidupan seperti ini dosa orang tertunjuk, kesalahan diperbaiki, luka dibebat, susah hati dihibur, pendek kata Tuhan memberkati mereka melalui hidup kita. Ini adalah kehidupan yang mendatangkan keteduhan bagi orang lain. Kehidupan seperti ini harus dimulai sedini mungkin, bukan nanti setelah terjun secara penuh di ladang pelayanan. Ini memang menyakitkan sebab menjadi seperti anggur tercurah dan roti yang terpecah. Tetapi kalau tidak mulai hari ini seseorang tidak akan mengalami kehidupan sebagai terang. Ini bukan berarti lalu mengangkat-angkat diri menjadi pahlawan. Ada saat-saat dimana Tuhan melatih orang percaya untuk menjadi terang. Situasinya akan diatur Tuhan, pasti Tuhan sediakan. Apabila bersedia menjadi terang, maka kesediaan itu merupakan proses dimana pelita nyalanya lebih besar (Ams. 4:18).

diri agar orang mempercayai dan menerimanya sebagai hamba Tuhan, sebagai yang bisa mengajar, berkhotbah mendidik orang lain. Itulah sebabnya sering terjadi perebutan kedudukan di dalam gereja. Kalau terang seseorang menyala besar maka ia akan dipromosikan Allah, Allah akan membawanya ketengah-tengah dunia untuk menerangi orang lain. Allah akan mengangkatnya untuk menjadi berkat bagi orang banyak. Jadi lebih dari sekedar mengikuti pendidikan theologia dan disyahkan sebagai pendeta, seseorang harus mengembangkan terang dalam dirinya (Mrk. 4:22). Tidak sedikit orang yang kecewa setelah meninggalkan pekerjaan, sekolah Alkitab, menjadi aktivis dan hamba Tuhan ternyata tidak efektif bagi Tuhan, atau tidak terpakai. Masalahnya adalah pelitanya tidak menyala terang. Jadi pada prinsipnya seorang efektif bagi Tuhan ketika perilakunya indah menjadi berkat bagi semua orang. -Solagracia-

Jadi lebih dari sekedar mengikuti pendidikan theologia dan disyahkan sebagai pendeta, seseorang harus mengembangkan terang dalam dirinya.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 9 Juni 2014, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: