Surat Gembala: MEMELIHARA BAIT ROH KUDUS

Dalam kebodohan karena tidak mengenal Tuhan Yesus Kristus dengan benar, banyak orang telah ditawan olehiblis dalam ketidaktahuan. Sebagai akibatnya mereka mengalami banyak penderitaan dalam hidupnya, khususnya sakit penyakit. Ketika bertobat dan menerima Tuhan Yesus Kristus, banyak di antaranya memperoleh kesembuhan. Namun bukan berarti selanjutnya setelah menjadi orang Kristen mereka tidak mudah mengalami sakit penyakit, atau bila sakit maka dengan mudah menerima kesembuhan melalui sebuah doa. Kalau orang percaya sudah mengerti kebenaran tetapi tidak menjaga kesehatan tubuhnya, maka jika sakit ia harus menanggulanginya pula secara bertanggung jawab. Tidak selalu dengan mudah menerima kesembuhan dalam hidupnya. Dokter dan obat-obatan hanyalah salah satu sarana tanggung jawab itu. Ini bukan berarti mukjizat tidak berlaku. Mukjizat tetap berlaku. Inipun juga tergantung dari karunia-Nya. Barangkali ada yang berkata; Tetapi dengan iman kita dapat sembuh kalau kita sakit. Jangan lupa iman adalah salah satu dari karunia yang tidak dapat kita gunakan semau-maunya (1Kor. 12:9; 1Kor. 13). Alkitab mengatakan bahwa kita masing-masing memiliki karunia iman yang berbeda. Sikap bertanggung jawab dengan pergi ke dokter saat sakit bukanlah sebuah dosa dan pelecehan terhadap kuasa Allah dan kasih-Nya. Dokter pun bisa menjadi sarana Tuhan dalam menyembuhkan kita. Oleh sebab itu kita tidak boleh berkata bahwa pergi ke dokter itu tidak memiliki iman atau dokter itu adalah setan dengan kuasa gelap. Dengan lambang ular pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ada beberapa pendeta menganggap dokter adalah agen iblis. Apakah kita perlu ke dokter atau berdoa saja, seseorang harus bergumul dengan Tuhan dan menemukan jawabnya.

Pernyataan di atas bukan berarti mengurangi keyakinan kita terhadap pemeliharaan dan penyertaan Tuhan atau kuasa mukjizat Tuhan yang mampu mengangkat sakit penyakit, tetapi penjelasan ini hendak mengajak jemaat Tuhan untuk memiliki tanggung jawab terhadap tubuhnya. Tubuh milik Tuhan yang dipercayakan kepada masing-masing kita. Tuhan masih menyediakan anugerah kesembuhan-Nya kepada orang percaya yang sakit (Yak. 5:14-15) Tetapi adalah lebih baik mencegah dari pada mengobati. Setelah menjadi anak Tuhan orang percaya dipanggil untuk bertanggung jawab atas pemeliharaan tubuh yang adalah bait Roh Kudus. Itulah sebabnya Paulus menasihati anak rohaninya untuk menjaga kesehatan (1Tim. 5:23). Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagai orang percaya kita dapat menjauhi sakit penyakit dengan menjaga kesehatan tubuh ini dan tidak memberontak kepada Tuhan, dengan hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Dalam hal ini doa jangan dijadikan sarana manipulasi yang membuat seseorang lari dari tanggung jawab. -Solagracia-

Setelah menjadi anak Tuhan, orang percaya dipanggil untuk bertanggung jawab atas pemeliharaan tubuh yang adalah bait Roh Kudus.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 2 Juni 2014, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: