Surat Gembala: SEDANG DIGIRING KE MANA?

Kita akan lebih menyadari betapa tidak berkualitasnya hidup di bumi ini tatkala kita menjumpai kenyataan pahit seperti: kematian orang yang kita cintai, jatuh miskin, diperlakukan tidak adil, fitnah, menghadapi perang, huru hara, berbagai ancaman terhadap keselamatan nyawa kita dan keluarga, sakit penyakit, gagalnya karir kita atau anak-anak daan lain-lain. Dengan demikian kita menyadari bahwa kita hidup di dunia yang sudah jatuh. Selanjutnya kita merindukan suatu negeri yang tidak lagi diwarnai dengan keadaan menyakitkan itu. Namun demikian banyak orang yang masih saja berusaha memberontak kepada Tuhan dengan kesibukan mengutamakan jalan keluar dari persoalan-persoalan hidup. Hanya sibuk berusaha bagaimana membuat hidup ini menyenangkan menurut mereka, bukan mendahulukan Kerajaan Allah.

Seharusnya tatkala kita menjumpai betapa tidak berkualitasnya hidup ini, kita mengarahkan pandangan kita kepada Kerajaan Bapa. Melalui persoalan-persoalan yang berat, hidup kita diarahkan untuk “mendahulukan Kerajaan Allah”. Inilah kabar baik itu. Kabar baik yang memiliki tekanan bukan pada penyelesaian masalah-masalah fana, tetapi pada penyelesaian masalah-masalah kekal. Masalah utama hidup ini bukan soal makan minum dan kawin mengawinkan.

Masalah utama hidup bukan masalah fisik yang sementara ini, tetapi rumah abadi bagi jiwa dan roh kita. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata: “Jangan geilsah hatimu, di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal (Yoh. 14:1). Harus dimengerti bahwa kesalahan bangsa Israel dan murid-murid Tuhan Yesus adalah mereka mau menyelesaiakan masalah-masalah fana di dunia ini, tetapi tidak memperdulikan masalah-masalah kekal, mereka mau menjadikan Tuhan Yesus Juruselamat dunia yang membawa manusia kepada Kerajaan Bapa (Mat. 12:32). Dengan sikap hati seperti tersebut di atas maka mereka tidak memikirkan apa yang dipikirkan oleh Allah, tetapi apa yang dipikirkan oleh manusia (Mat. 16:23). Bila demikian bagaimana kita dapat menjadi orang Kristen yang rohani?.

Ternyata penghambatan kedewasaan rohani tersebut justru datang dari para pengkhotbah atau pembicara-pembicara Kristen yang tidak mengerti kebenaran. Mereka mengajarkan Alkitab tetapi tidak mengangkat hal-hal yang prinsip dan utama dalam hidup ini, yaitu perkara-perkara sorgawi. Mereka mengajarkan pengajaran yang disesuaikan dengan “semangat zaman”. Semangat zaman maksudnya adalah gairah hidup yang sekarang ini menguasai manusia pada umumnya. Apa yang menguasai manusia pada umumnya? Tentu masalah makan minum, kawin mengawinkan. Inilah yang dijadikan tujuan hidup manusia pada umumnya (Luk. 17:26-30). Inilah zaman dimana orang mengumpulkan guru-guru palsu yang menyenangkan telinga mereka (2Tim. 4:3). Oleh sebab itu kita harus selektif dengan apap yang kita dengar. Kita sangat membutuhkan kesehatan, makan minum, tempat tinggal dan segala fasilitas hidup ini. tetapi apa artinya pemenuhan semua itu kalau kita tidak memiliki jaminan hidup yang penuh harapan, di hari esok di balik kubur (1Ptr. 1:3-4).

Waspadalah terhadap penggiringan ini: “memikirkan apa yang dipikirkan manusia.” Barangkali Saudara berkata: Kami memperoleh dua-duanya, sorga dapat dunia juga dapat . Bisa saja, tetapi kita harus waspada: bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan (Mat. 19:24). Menyadari betapa tidak berkualitasnya hidup manusia yang telah jatuh dalam dosa ini, maka kita akan terpacu melakukan dua hal: Pertama, membenahi diri terus menerus agar kita berkenan kepada Tuhan. Kedua, menjadi penjala jiwa yang tidak kenal lelah. Kita akan rela mengorbankan segala hal, yaitu seluruh hidup kita ini untuk menuai jiwa-jiwa guna dibawa ke dalam Kerajaan Bapa Sorgawi. -Solagracia-

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 3 Maret 2014, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: