Surat Gembala: Tujuan Utama

Sungguh sangat disayangkan banyak gereja-gereja di kota-kota besar yang dihadiri banyak orang yang berpendidikan tinggi, berekonomi baik dan yang memiliki berbagai potensi tetapi tidak mengerti I njil yang sejati atau yang orisinil. Mereka ada di gereja-gereja yang yang tidak bermaksud menyesatkan, tetapi karena p embicaranya tidak mengerti kebenaran Injil yang murni maka mereka menyesatkan diri mereka sendiri dan menyesatkan umat yang dengan tulus mau mencari Tuhan dan ajaran-Nya.

Gereja-gereja itu ada yang menekankan kemakmuran jasmani dan yang menekankan mukjizat. Tentu dengan mengambil contoh-contoh dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Tuhan menjanjikan kemakmuran jasmani. Tentu saja gereja seperti ini akan sangat laku dan banyak pengikutnya karena sesuai dengan semangat hidup atau semangat jamannya.

Kelimpahan materi hanya ditujukan kepada bangsa Israel. Orang percaya dalam hidup yang sementara ini harus hanya mencari kebenaran untuk menjadi serupa dengan Tuhan Yesus. Orang percaya memang harus bekerja dan memiliki kekayaan sebanyak mungkin, tetapi semua itu harus dipersembahkan untuk kepentingan Tuhan. Sebab orang percaya memiliki harta abadi di Sorga, dunia hanya tempat menumpang sementara (Flp. 3:20- 21). Harus diterima bahwa dunia ini bukan rumah kita dan kerajaan kita bukan berasal dari dunia ini. Mereka yang menekankan mukjizat s elalu mempromosikan bahwa Tuhan Yesus tidak berubah. Padahal dunia berubah.

Cara Tuhan melawat umat-Nya t idak selalu sama dengan apa yang telah terjadi atau yang telah dilakukan oleh Tuhan. Pada tahun-tahun dimana Tuhan Yesus memberitakan Injil harus melakukan mukjizat agar perhatian orang ditarik dan telinga orang mendengar Injil-Nya. Seperti Nikodemus yang menemui Tuhan (Yoh. 3), ia menemui Tuhan Yesus sebab ia melihat perbuatan ajaib yang dilakukan oleh Tuhan Yesus supaya orang mengakui bahwa Tuhan Yesus berasal dari Allah. Kemudian Tuhan Yesus bisa m emberitakan k ebenaran kepada orang-orang yang pikirannya sudah dipenuhi dengan a jaran agama Yahudi yang telah b anyak dielaborasi sehingga berbenturan dengan Injil. Seperti Nikodemus bisa mengakui bahwa Tuhan Yesus berasal dari Allah karena mukjizat yang telah dilakukan oleh Tuhan.

Jadi, kemakmuran jasmani dan mukjizat bukanlah tujuan utama tetapi jembatan untuk dapat mengenal Tuhan Yesus, diselamatkan dan dipersiapkan masuk ke dalam kerajaan-Nya. -Solagracia-

Kemakmuran jasmani dan mukjizat bukanlah tujuan utama tetapi jembatan untuk dapat mengenal Tuhan Yesus

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 20 Januari 2014, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: