Surat Gembala: Menanggalkan Keinginan

Banyak orang Kristen terus mengembangkan berbagai keinginan dalam dirinya, yang pada dasarnya merupakan keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Mereka mencari formula doa yang akan didengaar dan dikabulkan oleh Tuhan agar hasratnya dipenuhi, mereka melakukan apa saja dengan pemikiran sebagai bentuk investasi, agar Tuhan mengembalikannya dalam bentuk harta berlipat kali ganda.

Ini ironis sebab Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa keinginan-keinginan tersebut bukan lagi berasal dari Bapa, melainkan dari dunia ini. Keinginan-keinginan tersebut akan membutakan mata pengertian orang, sehingga tak bisa hidup dalam pimpinan Roh Allah. Tuhan ingin kita menanggalkan keinginan-keinginan dari diri kita sendiri, dan menggantikannya dengan kehendak Allah. Semakin kita berusaha mengenal-Nya melalui kebenarn Firman, semakin dalam kita mengerti pimpinan Roh Allah dalam hidup kita.

Apabila kita dipimpin oleh Roh Allah, kita adalah anak-anak Allah (Rm. 8:14). Alkitab mengatakan bahwa tidak mudah kita disahkan sebagai anak-anak Allah. Memang kita diberi hak istimewa (eksusia) supaya dapat menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12-13), tetapi apabila kita tidak memanfaatkan hak-hak istimewa tersebut, ktia tidak pernah disebut anak-anak Allah. Hak-hak istimewa itu adalah pendampingan Roh Kudus, Firman Tuhan, penggarapan Tuhan dalam segala peristiwa kehidupan, dan jaminan pemeliharaan Tuhan yang sempurna.

Terus mengasihi dunia dengan keinginannya merupakan tindakan yang menyia-nyiakan hak istimewa dari Tuhan. Dunia mengajak manusia membangun Firdaus di bumi ini, tetapi Tuhan menyediakan Firdaus di langit baru dan bumi baru. Orang yang mengumbar keinginan duniawi tidak mungkin menjadi sahabat Allah. Jadi jelas bahwa orang yang tidak mau menanggalkan keinginan dunianya bukanlah umat kerajaan Sorga, melainkan umat kerajaan dunia yang dipersiapkan iblis untuk tinggal bersamanya dalam kegelapan abadi.

Kalau kita tidak memutuskan untuk segera keluar dari cara hidup yang salah itu, sampai mati pun kita tidak akan pernah memahami bagaimana hidup dipimpin oleh Roh Allah, sebab Roh Allah yang memimpin kita melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi marilah kita matikan keinginan dari diri kita, dan menyediakan diri kita untuk dipimpin oleh Roh-Nya melalui pemahaman kebenaran Firman-Nya yang murni, maka kita pun akan semakin mengerti kehendak Allah; apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rm. 12:2). -Solagracia-

Terus mengasihi dunia dan mengembangkan keinginan-keinginan duniawi merupakan tindakan yang menyia-nyiakan hak istimewa dari Tuhan.S

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 13 Januari 2014, in Renungan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: