Surat Gembala: Penyebab Kebuataan

Dalam Matius 13 Tuhan Yesus mengemukakan sebuah perumpamaan mengenai penabur dan benih. Ada benih yang ditabur di tanah yang baik. Semestinya benih tersebut dapat tumbuh dengan baik dan berbuah di tanah tersebut, tetapi benih itu memang bisa bertumbuh tetapi tidak bisa tumbuh secara normal dan menghasilkan buah. Mengapa? Ternyata ada semak belukar yang membuat benih tersebut tidak bisa bertumbuh dengan wajar dan tidak berubah adalah semak belukar tersebut adalah kekuatiran dunia dan tipu daya kekayaan. Dua faktor ini perlu diwaspadai dengan sangat serius. Sebab dua faktor ini menyebabkan seseorang “tidak dapat mengerti Firman Tuhan” (Mat. 13:22-23). Kalau seseorang sudah tidak mengerti Firman Tuhan, maka tidak dapat memiliki iman, sebab iman datang dari pendengaran terhadap Firman Tuhan. Firman juga adalah makanan rohani untuk pengudusan atau perubahan karakter. Jadi, kalau seseorang sudah tidak pernah mengerti Firman Tuhan berarti kebinasaan. Banyak orang Kristen yang sudah bertahun-tahun menjadi anggota gereja yang rajin “kebaktian”, bahkan ikut aktif melayani pekerjaan Tuhan dalam berbagai kegiatan gereja, tetapi sebenarnya kedewasaan rohaninya tidak betumbuh. Mereka tetap menjadi orang Kristen yang kerdil, tidak banyak memahami kebenaran Allah. Tidak mengherankan kalau kehidupan mereka tidak menunjukkan kecemerlangan sebagai anak-anak Allah. Sejatinya mereka belum pantas disebut sebagai anak-anak Allah.

Kekuatiran dunia menunjuk perasaan takut menghadapi hidup tanpa kekuatan keuangan atau harta. Seakan-akan hidup ini ditentukan oleh kekuatan keuangan. Memang orang hidup membutuhkan uang, tetapi uang bukanlah segala-galanya. Tuhan Yesus menegaskan bahwa hidup manusia tidaklah tergantung dari kekayaan (Luk. 12:15). Orang yang bergantung pada kekuatan uang berarti memberhalakannya. Kalau seseorang sudah terikat berhala kekayaan ini atau materialisme maka sangatlah sukar mengerti dan menangkap kebenaran Firman. Dalam hal ini bisa dipahami mengapa Tuhan Yesus berkata. bahwa orang kaya sukar masuk ke dalam kerajaan sorga (Mrk. 10:24-27). Tipu daya kekayaan menunjuk pada ikatan terhadap harta, sehingga kebahagiaan jiwanya hanya dapat ditopang oleh kekayaan. Dalam hal ini harus diwaspadai bahwa kekayaan dapat memikat hati seseorang sehingga merasa tidak memerlukan yang lain. Tuhan pun juga tidak diperlukannya. Jika sudah demikian, maka ia tidak dapat menjadikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Allah, sebab allahnya adalah kekayaan tersebut. -Solagracia-

Kekuatiran dan tipu daya kekayaan menyebabkan seseorang “tidak dapat mengerti Firman Tuhan”.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 18 November 2013, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: