Surat Gembala: Harus Bersiap-siap

Bila kita memperhatikan Injil, kita dapati orang-orang yang mengikut Tuhan Yesus biasanya menjadi begitu radikal. Tidak bisa tidak, mereka akan berhadapan dengan orang-orang di sekitarnya sebagai oposisi. Oposisi bukan berarti menjadi musuh yang menyakiti sesama, tetapi gaya hidupnya akan bernuansa logikla terbalik terhadap dunia sekitarnya. Hal ini pasti terjadi sebab ke-Kristenan akan membawa seseorang berpikir dan bergaya hidup seperti Tuhan Yesus. Gaya hidup yang dikenakan oleh Tuhan Yesus dan pengikut setia-Nya tidak dikenal oleh masyarakat normal atau tidak cocok dengan filosofi dunia; Gaya hidup yang bertentangan dengan gaya hidup manusia pada umumnya. Tuhan Yesus sendiri ditolak oleh manusia pada jaman-Nya. Dalam hal ini hikmat Allah tidak dikenal oleh hikmat manusia (1Kor.2:7-9). Fenomena tersebut juga dialami oleh Nuh yang ditolak oleh penduduk Sodom dan Gomora. Mereka tidak bisa menerima akan ada api dan belerang yang menjungkirbalikkan kota kecintaan mereka, suatu daerah dilembah Yordan yang sangat subur yang Alkitab sebutkan “seperti taman Tuhan” (Kej.13:10). Kalau Lot tahu bahwa negeri akan dijungkirbalikkan oleh Tuhan ia tidak akan memilih daerah itu. Satu hal yang bisa diterima bagaimana daerah yang begitu subur akan dimusnahkan oleh Allah. Demikian kenyataanya, penduduk Sodom tidak akan menerima hal tersebut. Hal ini sama dengan manusia hari ini yang tidak percaya bahwa dunia yang terpelihara dari air bah, suatu hari akan dimusnahkan oleh api (Ptr.3:5-14).

Seharusnya kehidupan yang dimiliki orang percaya harus seperti bangsa Israel ketika hendak keluar dari Mesir. Mereka bersiap-siap atau dalam keadaan siaga untuk meninggalkan Mesir. Kegentingan suasana itu harus dimiliki setiap orang percaya. Jangan bersikap seakan-akan tidak akan meninggalkan Mesir dunia ini. Kalau sudah berangkat meninggalkan Mesir harus mantap, tidak menoleh kebelakang. Mereka tidak akan kembali ke Mesir selamany. Hal ini sama seperti Abraham tidak akan kembali ke Ur Kasdim. Abraham mencari negeri yang memiliki dasar yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri (Ibr.11:8-10). Orang percaya harus bersiap-siap meninggalkan dunia ini ke negeri yang Tuhan janjikan. Dunia ini jelas bukan rumah kita dan Tuhan Yesus menegaskan berulang-ulang bahwa kita bukan berasal dari dunia ini (Yoh.17:16). Tuhan Yesus mengingatkan agar kita tidak seperti Istri Lot, yang masih mencintai dunia sehingga keselamatan yang direncanakan Allah gagal dalam hidupnya (Luk.17:32).

Orang percaya harus bersiap-seiap meninggalkan dunia ini ke negeri yang Tuhan janjikan.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 16 September 2013, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: