Surat Gembala: Dianggap Seperti Orang Sakit

Berdasarkan penelitian dan observasi yang diakui sebagai fakta empiris, bahwa penderita paranoid memiliki gejala motorik yang kelihatan dari bahasa tubuhnya, yang dipengaruhi dari perubahan emosinya. Orang yang mengalami gangguan jiwa ini seara permanen mengalami perubahan yang sangat mencolok. Biasanya penderita gangguan jiwa ini berubah menjadi seperti manusia lain, sangat berbeda dengan keadaan sebelum mengalami gangguan jiwa. Sehingga orang disekitarnya tidak mengenalinya. Mereka biasanya berperilaku agak aneh, hingga benar-benar sangat aneh bagi lingkungannya. Keadaan penderita tersebut bahkan sampai pada taraf tidak bisa diterima oleh lingkungannya. Hal tersebut seperti kehidupan orang percaya yang mengalami perubahan secara signifikan sebagai orang percaya yang benar. Orang percaya yang benar akan memiliki sikap hidup yang berubah total. Perubahaan yang total dan radikal akan sulit dimengerti orang lain, sebab mereka menjadi benar-benar berbeda dari sebelumnya. Ketika seseorang menjadi manusia baru, orang-orang disekitarnya tidak mengenalinya. Perubahan itu nampak dalam pengelolaan emosinya dan seluruh perilakunya. Orang percaya seperti ini bisa dianggap seperti “sakit”. Bila perubahan itu hanya menyangkut perilakunya, maka lingkungannya kadang-kadang masih bisa menerima. Tetapi kalau orang percaya yang mengalami perubahan tersebut sudah berbicara mengenai pernharapan hidup di dunia yang akan datang dan perubahan perilakunya masih radikal maka lingkungannya mulai memandang aneh.

kadang orang percaya yang radikal berubah ini juga dianggap lemah, karena tidak bisa bersikap keras sehingga dianggap bertindak tidak tegas. Padahal ketegasan tidak harus dengan kekerasan. Orang percaya yang benar tidak harus dengan gigih mempertahakan sesuatu yang tidak terlalu prinsip. Orang percaya yang benar diajar Tuhan untuk lemah lembut, rela diperlakukan tidak adil atau dilukai, dan lebih mudah untuk mengalah. Tentu saja kasih dan pengampunannya kepada orang lain sangat limpah dan nyaris tidak terbatas. Orang percaya yang lemah lembut adalah pribadi yang menerima keberadaan orang lain sebagaimana adanya. Mereka tidak menuntut orang menjadi seperti yang diinginkannya. Tidak heran kalau mereka dipandang sebagai orang-orang lemah. Karena lemahnya sering dianggap tidak memiliki integritas dan dipandang mudah dipermainkan. Padahal orang percaya yang benar seperti ini kalau sudah mempertahankan kesucian hidup atau kebenaran mereka menjadi begitu keras dan kokoh bagai batu karang. Ia akan menjadi “baja” kalau untuk hal yang menyangkut kesucian dan kebenaran dihadapan Tuhan.

Orang percaya yang benar kalau mempertahankan kesucian hidup atau kebenaran menjadi begitu keras dan kokoh bagai batu karang.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 26 Agustus 2013, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: