Monthly Archives: Agustus 2013

Suara Kebenaran 47: Hidup Secara Luar Biasa

Tuhan Yesus menyelamatkan kita agar kita dapat hidup secara luar biasa, melebihi mereka yang hanya hidup berdasarkan hukum Taurat saja.

Iklan

Surat Gembala: Dianggap Seperti Orang Sakit

Berdasarkan penelitian dan observasi yang diakui sebagai fakta empiris, bahwa penderita paranoid memiliki gejala motorik yang kelihatan dari bahasa tubuhnya, yang dipengaruhi dari perubahan emosinya. Orang yang mengalami gangguan jiwa ini seara permanen mengalami perubahan yang sangat mencolok. Biasanya penderita gangguan jiwa ini berubah menjadi seperti manusia lain, sangat berbeda dengan keadaan sebelum mengalami gangguan jiwa. Sehingga orang disekitarnya tidak mengenalinya. Mereka biasanya berperilaku agak aneh, hingga benar-benar sangat aneh bagi lingkungannya. Keadaan penderita tersebut bahkan sampai pada taraf tidak bisa diterima oleh lingkungannya. Hal tersebut seperti kehidupan orang percaya yang mengalami perubahan secara signifikan sebagai orang percaya yang benar. Orang percaya yang benar akan memiliki sikap hidup yang berubah total. Perubahaan yang total dan radikal akan sulit dimengerti orang lain, sebab mereka menjadi benar-benar berbeda dari sebelumnya. Ketika seseorang menjadi manusia baru, orang-orang disekitarnya tidak mengenalinya. Perubahan itu nampak dalam pengelolaan emosinya dan seluruh perilakunya. Orang percaya seperti ini bisa dianggap seperti “sakit”. Bila perubahan itu hanya menyangkut perilakunya, maka lingkungannya kadang-kadang masih bisa menerima. Tetapi kalau orang percaya yang mengalami perubahan tersebut sudah berbicara mengenai pernharapan hidup di dunia yang akan datang dan perubahan perilakunya masih radikal maka lingkungannya mulai memandang aneh.

kadang orang percaya yang radikal berubah ini juga dianggap lemah, karena tidak bisa bersikap keras sehingga dianggap bertindak tidak tegas. Padahal ketegasan tidak harus dengan kekerasan. Orang percaya yang benar tidak harus dengan gigih mempertahakan sesuatu yang tidak terlalu prinsip. Orang percaya yang benar diajar Tuhan untuk lemah lembut, rela diperlakukan tidak adil atau dilukai, dan lebih mudah untuk mengalah. Tentu saja kasih dan pengampunannya kepada orang lain sangat limpah dan nyaris tidak terbatas. Orang percaya yang lemah lembut adalah pribadi yang menerima keberadaan orang lain sebagaimana adanya. Mereka tidak menuntut orang menjadi seperti yang diinginkannya. Tidak heran kalau mereka dipandang sebagai orang-orang lemah. Karena lemahnya sering dianggap tidak memiliki integritas dan dipandang mudah dipermainkan. Padahal orang percaya yang benar seperti ini kalau sudah mempertahankan kesucian hidup atau kebenaran mereka menjadi begitu keras dan kokoh bagai batu karang. Ia akan menjadi “baja” kalau untuk hal yang menyangkut kesucian dan kebenaran dihadapan Tuhan.

Orang percaya yang benar kalau mempertahankan kesucian hidup atau kebenaran menjadi begitu keras dan kokoh bagai batu karang.

Suara Kebenaran 46: Landasan Penghakiman

Mengapa hukum Taurat masih harus ada sampai langit dan bumi yang sekarang ini lenyap?

Suara Kebenaran 45: Hukum dan Anugerah

Keselamatan kita hanya oleh anugerah. Kalau begitu adakah hubungan antara hukum dan anugerah?

Dimanakah Posisi Kita Hari Ini

Dalam suatu acara pendalaman Alkitab, seseorang pemuda mengemukakan suatu pertanyaan, “Bagaimana hidup bagi Tuhan?” Ia mengaku, barangkali dari banyak kegiatan hidupnya setiap hari, hanya satu atau dua kegiatan hidupnya saja yang dilakukannya dengan memikirkan Tuhan, atau menunjukkan kegiatannya itu untuk-Nya. Biasanya kegiatan-kegiatan itu yang disebut “kegiatan rohani”, seperti berdoa, membaca Alkitab, membaca renungan harian atau pergi ke gereja. Pertanyaan jujur pemuda ini menunjukkan pergumulannya untuk mewujudkan hidup bagi Tuhan atau hidup untuk kemuliaan-Nya.

Kalau mau jujur, sebenarnya pertanyaan ini juga ada dalam benar banyak orang; bukan hanya orang muda, melainkan termasuk orang tua. Banyak orang belum mengerti, bagaimana merealisasikan kehidupan yang dipersembahkan kepada Tuhan dengan baik itu. Sayangnya banyak dari mereka tidak pernah mempersoalkan dengan serius, karena menganggapnya abstrak. Lebih parah lagi kalau ada orang yang menganggapnya mustahil untuk dilakukan.

Barangkali kita pernah berpikir, “Enak saja hidup bagi orang lain; bagi diri sendiri saja masih kurang “. Kalau ini masih terbesit dalam pikiran kita, kita harus segera bertobat dan berubah. Jika tidak, kita tidak akan mengalami bagaimana memiliki hidup yang benar, hidup yang berkualitas tinggi, hidup yang akan berkelanjutan di langit baru dan bumi baru.

Hanya orang-orang yang hidup bagi Tuhan dan untuk kemuliaan-Nya saja yang akan berlanjut di kekekalan. Orang yang hidup bagi dirinya sendiri, dengan rumus “Selalu untukku” tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya. Mereka selalu membuka mata, mengangakan mulut, ingin memuaskan hasratnya dan meraih sebanyak-banyaknya.

Kalau masih mengejar keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup, mustahil seseorang dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, kekuatan, dan akal budinya. Keinginan daging artinya mencari kepuasan diri dalam dagingnya, keinginan mata artinya hasrat memiliki pemenuhan kebutuhan jasmani, dan keangkuhan mata adalah pengharapan untuk kehormatan dari orang lain.

Di manakah posisi kita hari ini? Jika belum pada posisi yang benar, segeralah berbalik dan bertobat. Besok kita akan mempelajari bagiamana ciri-ciri hidup yang hanya bagi Tuhan dan mempersembahkan segalanya bagi Tuhan, sehingga dalam kehidupan kita ada asas, “Selalu untuk-Mu”.

Hanya orang-orang yang hidup bagi Tuhan saja yang akan berlanjut di kekekalan.

Erastus Sabdono – Kugores Jiwaku (Official)

Official music video by Erastus Sabdono performing “Selalu untuk-Mu”.
Song composed by Erastus Sabdono.
Get this song on the album “Selalu untuk-Mu”. For more information, contact +62-21-63860953.
© 2011 Solagracia Record.

Suara Kebenaran 44: Paket Istimewa

Hukum Taurat menjadi landasan untuk mengadili perbuatan manusia, tetapi ada perbedaan bagi kita yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kita mempunyai paket istimewa.

Surat Gembala: Mengembangkan Terus

Satu hal yang tidak boleh keliru adalah bahwa orang yang mengambil bagian dalam pelayanan gereja dapat memiliki suatu reputasi dan identitas “hamba Tuhan”. Lalu berharap bisa dipakai Tuhan secara luar biasa. Yang penting sebenarnya adalah fungsional sebagai terang bagi dunia sekitar, sebab percuma panggilan yang diterima sebagai hamba Tuhan kalau ternyata hanyalah sebuah pelita yang padam atau tidak terang nyalanya. Oleh sebab itu patut senantiasa memeriksa pelita hidup masing-masing apakah tetap menyala atau sudah redup bahkan padam sama sekali (Lukas 12:35, Matius 5:16). Pelita disini menunjuk kepada kehidupan yang memberkati orang lain. Dalam Matius 5:14, pelita menunjuk Yerusalem. Ini berarti bahwa kehidupan orang percaya akan membuat hidup orang lain terarah, terarah kepada Tuhan. Ini adalah kehidupan yang memberkati orang lain, sebab dengan kehidupan seperti ini dosa orang tertunjuk, kesalahan diperbaiki, luka dibebat, susah hati dihibur, pendek kata Tuhan memberkati mereka melalui hidup kita. Ini adalah kehidupan yang mendatangkan keteduhan bagi orang lain. Kehidupan seperti ini harus dimulai sedini mungkin, bukan nanti setelah terjun secara penuh di ladang pelayanan. Ini memang menyakitkan sebab seperti anggur tercurah dan roti yang terpecah. Tetapi kalau tidak mulai hari ini seseorang tidak akan mengalami kehidupan sebagai terang. Ini bukan berarti lalu mengangkat-angkat diri menjadi pahlawan. Ada saat-saat dimana Tuhan melatih orang percaya menjadi terang. Situasinya akan diatur Tuhan, pasti Tuhan sediakan. Apabila bersedia menjadi terang, maka kesediaan itu merupakan proses dimana pelita nyalahnya lebih besar (Amsal 4:18).

Banyak orang tanpa sadar berpromosi diri agar orang mempercayai dan menerimanya sebagai hamba Tuhan, sebagai yang bisa mengajar, berkhotbah mendidik orang lain. Itulah sebabnya sering terjadi perebutan kedudukan di dalam gereja. Kalau terang seseorang menyala besar maka ia akan dipromosikan Allah, Allah akan membawanya ke tengah-tengah dunia untuk menerangi orang lain. Allah akan mengangkatnya untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Jadi lebih dari sekedar mengikuti pendidikan theologia dan disyahkan sebagai pendeta, seseorang harus mengembangkan terang dalam dirinya (Markus 4:22). Tidak sedikit orang yang kecewa setelah meninggalkan pekerjaan, sekolah Alkitab, menjadi aktivis dan hamba Tuhan ternyata tidak efektif bagi Tuhan, atau tidak terpakai. Masalahnya adalah pelitanya tidak menyala terang. jadi pada prinsipnya seorang efektif bagi Tuhan ketika perilakunya indah menjadi berkat bagi semua orang.

Kehidupan seperti ini harus dimulai sedini mungkin, bukan nanti setelah terjun secara penuh di ladang pelayanan. Ini memang menyakitkan sebab seperti anggur tercurah dan roti yang terpecah.

Suara Kebenaran 43: Pentingnya Hukum

Allah menuliskan sendiri sepuluh perintah kepada Musa di Gunung Sinai dengan jari-Nya. Ini menunjukkan bahwa hukum tersebut sangat penting. Bagaimana pentingnya hukum itu dalam kehidupan manusia?

Seminar Mati Demi Kehidupan Sesi 3

Direkam LIVE di Roxy Square, Selasa, 12 Maret 2013.

%d blogger menyukai ini: