Berbicara mengenai Kerajaan Sorga, tidak bisa tidak perlu menghubungkan dangan apa yang dikatakan Paulus dalam Roma 14:17, sebab kerajaan Allah bukanlah soal makan dan minum, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Dalam pernyataan Paulus ini sungguh sangat singkron dengan apa yang dikemukakan oleh Tuhan Yesus mengenai Kerajaan Sorga. kerajaan Sorga adalah pemerintahan Allah yang tidak berpusat pada kehidupan di bumi ini. Mendahulukan Kerajaan Sorga berarti membangun kebenaran bagaimana berkelakuan yang luar biasa seperti Tuhan Yesus dan memiliki damai sejahtera serta sukacita yang tidak didasarkan kepada perkara-perkara duniawi. Ini berarti seseorang yang bersedia mati bagi dunia. Dunia bukan lagi, menjadi tujuan. Dunia dengan segala kesibukannya adalah sarana untuk belajarmenjadi warga Kerajaan Sorga yang baik. Semua diupayakan semata-mata untuk kepentingan Tuhan.

Kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang dikatakan Paulus “telah mati dan hidup tersembunyi bersama Kristus di dalam Allah” (Kolose 3:3). Memang tidak banyak orang yang bersedia hidup dengan cara demikian, tetapi yang bersedia maka harus memberi diri dibaptis. Dalam hal ini baptisan adalah lambang kematian (Roma 6:4). Jadi kalau seseorang tidak bersedia meti hendaknya tidak memberi diri dibaptis. Kematian jenis ini adalah kematian yang menghidupkan, sebab tanpa pengalaman kematian seperti ini seseorang tidak akan mengalami kebangkitan dalam hidup yang baru bersama Tuhan. Jika seseorang berani masuk pergumulan sebagai orang Kristen sejati seperti ini, barulah bisa menghayati nilai kekristenan yang luar biasa yang tidak bisa dibandingkan dengan agama apapun. Sebagai buahnya sesuai dengan janji Tuhan bahwa semuanya akan ditambahkan kepada kita (Mat. 6:33). Kata semua disini bukan berkat jasmani semata-mata tetapi usaha untuk mengumpulkan harta di Sorga, mengenal kebenaran dan mengabdi kepada-Nya (Mat. 6:19-24). Dalam hal ini kita harus memahami bahwa roda kehidupan kekristenan baru bisa berjalan kalau seseorang sungguh-sungguh bersedia mendahulukan Kerajaan Allah. Betapa pentingnya memahami ayat ini dengan benar. Jadi kalau dikatakan bahwa ayat ini adalah janji untuk memperoleh berkat jasmani, adalah salah besar. Justru ayat ini mengisyaratkan kalau seseorang mendahulukan Kerajaan Sorga akan bisa berakibat kehilangan segala sesuatu, dimana yang sisa adalah Kerajaan Sorga. Hal ini memberi ciri yang tidak bisa dibantah dari kehidupan seseorang yang sungguh-sungguh telah diselamatkan. Inilah kekristenan yang sejati atau orisinil.

Seorang yang bersedia mendahulukan Kerajaan Allah, berarti sudah sungguh-sungguh bersedia mati bagi dunia.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 1 Juli 2013, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: