Selalu Di Wilayah Allah

Satu hal yang harus dihayati oleh manusia bahwa Allah adalah Roh. Sampai selama-lamanya Ia tidak pernah kelihatan. Kata Roh dalam bahasa ibraninya adalah Ruakh yang memiliki banyak arti, diantaranya berarti angin atau udara. Kata ini hendak menunjukkan kehadiran Allah yang bisa dimana-mana. Tidak ada daerah atau wilayah yang tidak terhindari oleh Tuhan. Hanya Allah yang bisa Maha Hadir. Kehadiran Tuhan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Pada umumnya orang-orang beragama mengakui bahwa Allah Maha Hadir (omnipresent). Mereka percaya Tuhan ada dimana-mana. Oleh karena itu tentu tidak ada sesuatu yang tersembunyi di mata Tuhan. Berkenaan dengan hal ini Pemazmur mengatakan bahwa ke mana ia dapat pergi menjauhi roh-Nya, ke mana ia dapat lari dari hadapan-Nya? Jika ia mendaki ke langit, Allah di sana; jika ia menaruh tempat tidurnya di dunia orang mati, di situ pun Allah. Jika ia terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga disana… (Maz 139:7-10). Pernyataan pemazmur ini menunjukkan ke Mahahadiran Allah.

Memang benar adanya, Allah Maha Hadir. Masalahnya adalah jika demikian kebenaran Tuhan, bagaimana sikap manusia terhadap kenyataan ini? Apa reaksinya terhadap realitas Allah yang ada dimana-mana? Banyak orang tidak mempersoalkan hal ini dengan sungguh-sungguh. Lebih banyak orang yang tidak bereaksi dengan benar terhadap kenyataan tersebut. Reaksi pertama haruslah kesadaran bahwa kita ada di wilayah pemerintahan Allah. Ini berarti dimana pun kita berada ada hukum yang harus ditegakkan. Bagi orang Israel mereka mengenal hukum torat, tetapi bagi kita hukum yang harus ditegakkan adalah kehendak-Nya. Kehendak-Nya adalah hukum kehidupan orang percaya. Penghayatan bahwa Allah hadir dimana-mana bukan sesuatu yang mudah, sebab orang sudah terbiasa menghayati kehadiran Tuhan ditempat-tempat tertentu. Kalau seseorang sungguh-sungguh sudah bisa menghayati kehadiran Tuhan dimana pun dirinya berada, maka sikap hidupnya akan berbeda. Pertama, ia tidak akan ceroboh dalam tingkah lakunya. Kedua, ia menjadi kuat menghadapi segala macam bahaya dan ancaman. Dengan dua hal ini maka ia sungguh-sungguh dapat menghormati Tuhan secara benar. Dalam hal ini seseorang baru memahami apa artinya hidup ber-Tuhan dengan benar. Cara atau gaya hidup seperti ini harus dibiasakan dalam pemerintahan Allah. Dengan demikian ia bisa mewujudkan Doa Bapa Kami, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Kita selalu ada di wilayah pemerintahan Allah, ini berarti dimana pun kita berada ada hukum yang harus ditegakkan, yaitu kehendak-Nya.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 10 Juni 2013, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: