Surat Gembala: Phrisco

Kalau mempercayai bahwa Allah Maha Hadir, maka seseorang akan memiliki sikap hati yang takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan ini di bangun dari hati yang menghormati Tuhan. Salah satu ciri dari orang yang belum mengenal Tuhan dengan benar adalah sikapnya yang kurang hormat kepada sebagaimana mestinya terhadap Bapa. Sesungguhnya betapa terhormatnya Allah Bapa itu. Kehormatan-Nya tidak bisa diukur dengan apapun. Inilah yang membuat penduduk sorga tertunduk menyembah dalam kegentaran yang dahsyat. Banyak orang yang menghormati Allah hanya di gereja dan beberapa menit. Setelah itu ia tidak merasa perlu dalam kesadaran untuk menghormati Dia. Dalam surat Yakobus dikatakan bahwa roh jahat gemetar (Yak. 2:19). Teks aslinya kata gemetar di sini adalah phrisco, yang artinya juga shudder (perasaan ngeri) yang sama dengan kata fear atau ketakutan. Hal ini menunjukkan bahwa roh-roh jahat yang pernah mengalami kehadiran Allah di surga mengerti kedahsyatan-Nya. Mereka takut dan gemetar terhadap kedahsyatan Allah Bapa.

Seseorang yang menghayati Allah dalah Roh yang memenuhi segala tempat dan ruangan, akan berusaha untuk bersikap sehormat-hormatnya terhadap Dia. Dengan cara demikian seseorang sungguh-sungguh dapat menghormati Tuhan secara benar. Menghormati Tuhan bukan hanya dalam liturgi pada waktu digereja dengan nyanyian atau doxologi (kata-kata yang memuat pujian bagi Tuhan), tetapi sikap hormat kita harus permanen di dalam jiwa terbawa kemana pun kita melangkah. Dengan cara demikian seseorang sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan dengan tidak bercela. Inilah yang dikatakan Tuhan kepada Abraham, sebelum Allah membuat perjanjian dengan Abraham (Kej. 17:1). Kita tidak tahu bagaimana kehidupan Abraham yang tidak bercela itu, tetapi satu bukti dari kehidupan Abraham yang tidak bercela adalah ia melakukan segala sesuatu yang diingini oleh Tuhan. Sikap hormat ini tidak bisa dibuat-buat. Hal ini tidak bisa hanya ditunjukkan dengan kalimat doa atau sikap batin yang tersembunyi, yang pasti akan terekspresi dalam perbuatan. Mudah untuk memberti kesan kepada orang bahwa dirinya menghormati Tuhan, tetapi tidak mudah untuk memiliki sikap hormat yang sesungguhnya. Tentu saja hanya Tuhan yang dapat mengetahuinya. Banyak orang merasa sudah menghormati Tuhan, tetapi kenyataanya tidak. Hormat akan Tuhan akan nampak dari kekudusan hidup orang tersebut. Orang-orang seperti ini akan diberi karunia oleh Tuhan untuk memahami rahasia-rahasia Tuhan atau berhikmat tinggi. Tuhan tidak akan mempercayakan hikmat-Nya kepada orang yang tidak menghormati Dia.

Menghormati Tuhan bukan hanya pada waktu di gereja, tetapi sikap hormat permanen di dalam jiwa terbawa kemana pun melangkah.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 13 Mei 2013, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s