Surat Gembala: Keagungan Mahluk Ciptaan

Tuhan tidak menghendaki seseorang berkeadaan bodoh, tetapi bukan berarti Dia membuat seseorang dengan sendirinya atau secara otomatis menjadi cerdas. Tuhan tidak menghendaki kemalasan tetapi bukan berarti Tuhan membuat seseorang menjadi rajin secara otomatis. Tuhan tidak menghendaki seseorang mengalami sakit penyakit, tetapi bukan berarti seseorang bisa menjadi sehat secara otomatis. Dalam hal ini Tuhan menghendaki suatu tanggung jawab atas seluruh aspek kehidupan. Bumi ini sendiri tidak bisa dinikmati tanpa penggarapan tangan manusia. Bumi diciptakan Tuhan dalam keadaan yang harus diolah atau bisa dikatakan mentah. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan manusia untuk mengelola bumi. Hal ini terjadi bukan karena Tuhan tidak sanggup mengelola diri sendiri bumi yang diciptakan-Nya. Tetapi Allah memberi tanggung jawab kepada manusia. Tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia ini menunjukkan keagungan manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar-Nya.

Mekanisme ini juga berlaku pada proses keselamatan. Tuhan menyediakan fasilitas keselamatan dengan cuma-cuma dan manusia harus memanfaatkannya. Fasilitas itu adalah Penebusan oleh korban-Nya, Roh Kudus, Firman atau Injil dan penggarapan Allah melalui segala peristiwa kehidupan. Hal keselamatan ini paralel dengan perjalanan bangsa Israel dari Mesir ke Kanaan. Allah memberikan fasilitas pembebasan yang tidak akan pernah bisa dimiliki bangsa Israel karena ketidakberdayaannya, tetapi apakah bangsa itu sampai ke tanah Kanaan atau tidak, tergantung dari ketekunan dan penurutannya terhadap Allah. Hal ini juga paralel dengan peristiwa keluarga Lot yang keluar dari Sodom dan Gomora. Proyek keselamatan disediakan oleh Allah bagi keluarga Lot tetapi bukan berarti mereka otomatis bisa selamat semua. Keselamatan tetap bersyarat. Syaratnya adalah tidak boleh menoleh kebelakang. Istri Lot binasa sebab ia tidak menuruti perintah Tuhan. Fragmen ini dikutip oleh Tuhan Yesus, agar orang percaya tidak melakukan kesalahan seperti istri Lot (Luk. 17:32). Menoleh kebelakang maksdunya masih mengasihi dunia ini dan tidak bersungguh-sungguh bersedia diselamatkan. Orang-orang yang tidak memiliki kesediaan ini tidak akan dapat diubah oleh Tuhan. Ini berarti proses keselamatan gagal, sebab keselamatan adalah usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya.

Tanggung jawab yang diberikan Allah kepada manusia menunjukkan keagungan manusia yang diciptakan menurut rupa dan gambar-Nya.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 22 April 2013, in Renungan and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: