Harus Dimulai Hari Ini

Kalau seseorang tidak mau menjadi penggubah dirinya berdasarkan tuntunan Firman Kristus atau Injil berarti ia membinasakan dirinya.

Dalam hal keselamatan hidup ini, hendaknya kita tidak berkata bahwa takdirlah yang menjadi penggubah hidup kita. Jika seseorang menuduh takdir sebagai pelakunya maka secara tidak langsung Tuhanlah yang tertuduh sebagai biang keladi segala sesuatu, baik kemiskinan, sakit penyakit, kegagalan karir, kegagalan berumah tangga dan sampai penderitaan umat manusia di api kekal nanti. Tuhan semesta alam bukanlah pribadi seperti itu. Konsep takdir mutlak, bahwa segala sesuatu yang terjadi telah dipersiapkan sebelumnya, merupakan konsep yang tidak mengakui bahwa manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Setiap orang bertanggung jawab sebagai penggubah dirinya sendiri dan menciptakan sejarah bagi dirinya sendiri, bukan saja sejarah dalam hidupnya selama ia ada di dunia ini saja tetapi juga menciptakan sejarah hidupnya dalam kekekalan. Dalam kehidupan ini Tuhan membawa diri-Nya dengan manusia masuk dalam kancah rule of the game atau rule of life, bahwa manusia diberi pilihan bebas untuk menentukan keadaannya. Tanpa fakta ini maka tidak perlu ada penghakiman dan pertanggungjawaban setiap individu di pengadilan Allah. Di sinilah hidup menjadi bernilai dan mestinya dipahami dengan sangat menarik, sebab manusia dimasukkan ke dalam kancah realitas kehidupan yang dahsyat.

Segala sesuatu yang dilakukan masing-masing orang tercatat dan memiliki nilai kekal ( Wahyu 20:11-12 ). Tindakan kita hari inilah yang dapat menyelamatkan dari api kekal. Hal ini jangan disimpangkan dengan pemikiran bahwa Tuhanlah yang akan menghindarkan kita nanti dari api kekal. Tuhan sudah menghindarkannya dengan kematianNya di kayu salib, tetapi apakah seseorang meresponi anugerah tersebut tergantung pilihan masing-masing individu. Kalau seseorang tidak mau menjadi penggubah bagi dirinya berdasarkan tuntunan Firman Kristus atau Injil berarti ia membinasakan dirinya. Orang yang tidak berusaha menjadi penggubah hidupnya sesuai dengan pola Tuhan adalah orang yang menyia-nyiakan keselamatan.

Keselamatan harus dikerjakan hari ini, bukan nanti di balik kubur dengan harapan “mudah-mudahan diterima di sisi Tuhan”. Apakah kita berusaha menggubah hidup kita sesuai dengan polaNya atau tidak, yang menentukan keselamatan kita. Jika tidak berusaha menggubah hidup berarti membawa diri kepada kebinasaan kekal. Kalau seseorang sudah berusaha menggubah hidupnya sesuai dengan pola Tuhan, maka ia membangun keselamatan hidupnya. Ia tidak lagi berpikir mudah-mudahan diterima di sisi Tuhan kalau nanti sudah mati, tetapi yakin ditempatkan bersama-sama dengan orang yang sudah menggubah hidupnya. Dengan demikian sudah nampak jelas apakah seseorang akan bersama dengan Tuhan dalam kemuliaan nanti atau tidak. Hidup seturut dengan pola dan kehendak Tuhan, berarti kita mengerjakan keselamatan kita.Berusahalah mengisi pikiran kita dengan kebenaran Firman Tuhan, bergaul dengan orang yang takut akan Tuhan dan berusaha untuk mengalami Tuhan setiap hari, maka ia akan diubah menjadi seperti yang Tuhan mau.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 16 Juli 2012, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: