Responi Dengan Tanggung Jawab !

Mengenakan gairah Tuhan Yesus merupakan anugerah yang diberikan Allah hanya bagi umat pilihan.

 

Hidup yang diisi oleh gairah atau semangat Tuhan Yesus bukanlah kehidupan yang menakutkan dan membuat seseorang menjadi aneh serta tidak bisa menikmati kehidupan hari ini. Justru sebaliknya, inilah kehidupan yang sangat bernilai luar biasa. Kristus adalah teladan manusia yang sesuai dengan rancangan Allah semula, jadi kalau kita mau dikembalikan kepada rancangan semula tersebut, mengenakan gairah-Nya adalah suatu keharusan.

Jika kita kita diperkenankan memiliki kehidupan yang bernilai tersebut, itu merupakan anugerah yang tiada ternilai. Sama seperti Nuh, ketika ia menerima suara Tuhan untuk membuat bahtera. Di satu sisi, Nuh harus memikul tanggung jawab yang besar; tetapi di sisi lain, Nuh mendapat anugerah atau kasih karunia untuk diselamatkan bersama dengan orang-orang yang dicintainya. Itulah yang dikatakan oleh Alkitab, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan ( Kejadian 6:8 ).

Jadi anugerah atau kasih karunia itu memuat tanggung jawab yang besar. Tidak mungkin Allah yang bertanggung jawab memberi kita anugerah tanpa tanggung jawab. Tetapi tanggung jawab tersebut tidak mengurangi nilai anugerah tersebut sama sekali.

Panggilan untuk mengenakan kehidupan Tuhan Yesus bukanlah beban, bukan sesuatu yang membuat seseorang merasa tertekan atau teraniaya. Panggilan itu justru suatu anugerah. Hanya saja sayang sekali karena banyak orang Kristen menganggap bahwa anugerah tidak perlu diresponi dan tidak butuh keaktifan, mereka gagal untuk menerima anugerah tersebut. Tanpa respons yang semestinya, kita tidak memasuki proses keselamatan. Ironisnya, banyak orang merasa telah memiliki keselamatan itu walaupun tidak mau bertindak secara memadai untuk meresponinya. Hati-hatilah sebab ini merupakan kebodohan yang membinasakan.

Perlu dicatat serius bahwa sesungguhnya tidak banyak orang yang memiliki kesempatan yang luar biasa ini. hanya orang yang terpilihlah yang mendapatkan kesempatan ini. Jika kita masih bisa mengetahui kebenaran ini dan belajar memahami petunjuk pelaksanaan kehidupan sebagai anak-anak Allah, itu berarti kita termasuk orang pilihan. Maka marilah dengan penuh ucapan syukur atas anugerah ini, kita serius menyambut pemilihan tersebut dengan penuh tanggung jawab meresponinya.

 

 

-Solagracia-

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 25 Juni 2012, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. AMIN,,,,,
    KEKRISTENAN DENGAN MENGIKUT TUHAN BKAN SESUATU YG
    MNEKAN,,,, NMUN MNGGEMBIRAHKAN…..
    SEMUA HNYA KRENA ANUGERAHNYA…… TERPJILAH TUHAN_

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: