Jangan merasa sudah tahu !

Hikmat Allah yang lebih berharga dari apapun juga, hanya disediakan-Nya bagi orang percaya yang serius berurusan dengan Tuhan.

Kalau seseorang tidak mengenal hikmat Allah yang benar yaitu Injil Kerajaan yang diajarkan Tuhan Yesus, berarti yang dikenalnya adalah hikmat lain yang bukan berasal dari Allah. Ini berarti ia tidak akan pernah mendapatkan kemuliaan dari Allah, melainkan kemuliaan yang lain. Perhatikan bahwa selain ada hikmat Allah, ada juga hikmat dari dunia ini. Orang-orang yang hanya mengenal hikmat dunia akan memperoleh apa yang dikenalnya tersebut.

Disini berlaku kebenaran apa yang dilihat itulah yang diperolehnya ( what you see is what you get ). Maka jelaslah, apa yang dilihat maksudnya dilihat dengan pengertian itulah yang akan diperoleh seseorang. Mengenal hikmat ini berarti memperoleh harta yang lebih berharga dari apapun juga ( 1 Korintus 2:6 ). Hikmat ini tidak bisa diberikan kepada semua orang; tetapi hanya bagi mereka yang sudah matang. Kata matang dalam teks ini adalah telios yang berarti “sempurna” atau “sudah selesai”. Ini adalah orang-orang Kristen dewasa yang benar-benar serius dalam berurusan dengan Tuhan. Orang-orang ini bisa memahami kemuliaan yang dimaksud dalam teks ini dan mengingini dan merindukannya. Inilah orang-orang percaya yang dikategorikan sebagai mengasihi Tuhan.

Bagi orang percaya seperti ini berlaku Firman : “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” ( 1 Korintus 2:9 ) Kepada mereka dipercayai untuk mengerti hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan orang percaya.

Sejatinya banyak orang Kristen hari ini yang belum melihat atau mengenal hikmat Allah tersebut,tetapi malangnya mereka merasa sudah tahu. Mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya mereka tidak tahu. Ada juga sejumlah besar orang Kristen lain yang sadar bahwa mereka tidak tahu, tetapi mereka juga tidak bermaksud untuk tahu. Waktu hidup yang sangat berharga untuk mendahulukan Kerajaan Sorga disia-siakan untuk perkara-perkara dunia yang tidak membawa kepada kemuliaan Allah, seperti Esau yang menukar hak kesulungannya dengan semangkuk makanan. Kemuliaan bersama dengan Tuhan ditukar dengan kesenangan-kesenangan sementara yang tidak bernilai sama sekali. Bagaimana dengan kita, apakah kita serius untuk mengenal hikmat ini ?

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 4 Juni 2012, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: