Monthly Archives: Juni 2012

Jadwal Program Suara Kebenaran di Radio dan TV ( per Juni 2012 )

Berikut adalah update jadwal program radio Suara Kebenaran dan Renungan Harian TRUTH per Juni 2012. Ikuti terus program Suara Kebenaran dan Renungan Harian TRUTH untuk memperoleh kebenaran Firman Tuhan yang murni.

STASIUN RADIO YANG MENYIARKAN PROGRAM SUARA KEBENARAN (SK) DAN RENUNGAN HARIAN TRUTH

  • Bajawa : Radio Pemulihan Kasih 96.5 FM (TRUTH: setiap hari 06.30; SK: Sen/Sel/Jum 09.00, setiap hari 18.30)
  • Banjarmasin : Radio Khana 98.4 FM (TRUTH: setiap hari 22.00; SK: Senin s.d. Jumat 19.00, Sabtu 19.00), Sangkakala 92.1 FM ( TRUTH : setiap hari 05.30; SK : Rab/Ming 20.00
  • Banyuwangi : Radio Citra Buana 108 FM (TRUTH: setiap hari 20.30; SK: Senin/Kamis 05.15, Jumat asg14.00, Minggu 19.30)
  • Bitung : Radio Suara Nafiri 92.2 FM ( TRUTH : setiap hari 12.00 ; SK : Sen?Sel?Kam/Jum 21.00
  • Blitar : Radio Harmoni 107.1 FM (TRUTH: setiap hari 20.00; SK: Sel/Kam/Sab 22.00)
  • Comal : Radio Yobel 107.9 FM (TRUTH: Setiap hari 06.30; SK: Sel/Kam 11.30)
  • Denpasar : Radio Heartline 92.2 FM (TRUTH : setiap hari 2.00 ; SK: Rab/Jum/Ming 21.00), Radio Dian Mandiri 107.2 FM ( SK : Ming 12.00, Sab 21.00 ), Rock 88.2 FM ( TRUTH : setiap hari 22.00 )
  • Humbang Hasundutan : Radio Pelita Batak 90.7 FM http://www.pelitabatakfm.com Blckberry http://116.90.162.166:8129 ( TRUTH : setiap hari 06.00 & 23.00 ; SK : Rab/Jum 14.00, Sel/Kam 19.00, Ming 10.00 )
  • Jabodetabek : Radio Pelita Kasih 96.3 FM http://www.radiopelitakasih.com [ Blackberry ] http://rpkfm.indostreamserver.com : 8030 (SK: Rabu 22.00, Sabtu 05.00), Heartline 100.6 FM http://www.heartline.co.id [ Blackberry ] http://202.129.186.43:7010 (SK: Senin 19.00), RS PGI Cikini (TRUTH: setiap hari 05.00, SK: setiap hari 07.30)
  • Jayapura : Radio Rock 101 FM (TRUTH: setiap hari 23.45)
  • Kalawat : Radio Elgibbor 100.3 FM ( SK : Sen-Sab 18.00, Sen-Kam 21.00 )
  • Kediri : Radio Surya Sejahtera 97.2 FM (SK: Minggu 05.30), Syalom 107.2 FM (TRUTH: Senin s.d. Sabtu 12.00; SK: Minggu 06.00)
  • Ketapang : Radio Gema Solidaritas 107.7 FM ( SK : Kamis 19.00 )
  • Kuala Kapuas : Radio Bahtera Hayat 91.4 FM (TRUTH: setiap hari 06.00; SK: Sen/Rab/Sab 18.30, Jumat/Minggu 08.30), CBN 98.1 FM ( TRUTH : Sen-Kam 06.00, SK : Jum 05.45 )
  • Kupang : Radio Lizbeth 98.4 FM (TRUTH: setiap hari 05.00; SK: Minggu 05.30, Rabu 21.00)
  • Lamandau : Radio GBI Nangan Bulik 101.2 FM ( TRUTH : Sen-Sab 07.00, SK : Sen-Sab 12.00 & 19.00 )
  • Lumajang : Radio Rock 107.9 FM ( TRUTH : setiap hari 21.30, SK : Sen & Jum 19.00 )
  • Magelang : Radio GKL 106.4 FM (SK: Minggu 21.00)
  • Malang : Radio Solagracia 99 FM http://www.solagraciafm.com Flexi *55*570990 [ Blackberry ] http://110.138.247.210:8000 (TRUTH: setiap hari 05.10, 22.00 ; SK: Sel/kam/Sab 20.00, Ming/Sen/Rab/Jum  23.15, PA : Sen 20.00, SBT : Ming 20.00)
  • Manado : Radio Sumber Kasih 90.2 FM (TRUTH: setiap hari 15.00), Radin 91.18 FM ( Sk : Selasa 21.00 ), ROM2 102 FM (SK: Selasa 10.00, Kamis 06.00), Kidung Syalom 107.8 FM (TRUTH: setiap hari 13.00 ; SK: setiap hari 05.30 & 15.00 )
  • Manokwari : Radio Suara Kemenangan 101 FM (TRUTH: setiap hari 06.45; SK: setiap hari 05.30), Radio Suara nafiri Sion 107.9 FM ( TRUTH : setiap hari 05.30 & 21.30 ; SK : Rab/Sab 20.30 )
  • Masohi : Radio Kidung Syalom 91.2 FM (TRUTH: setiap hari 05.00 & 20.30; SK: setiap hari 19.00, Sabtu/Minggu 06.00)
  • Mojokerto : Radio Rock 107.9 FM ( SK : Sen-Sab 06.00 & Ming 20.00 )
  • Nabire : Radio Swara Menara Kasih 101.1 FM (TRUTH: setiap hari 05.00; SK: Senin/Kamis 21.00)
  • Palu : Radio Proskuneo 105.8 FM (TRUTH: setiap hari 22.00; SK: Kamis 16.00)
  • Palangkaraya : Radio Star 91.6 FM (TRUTH: setiap hari 06.00 & 22.00 ; SK: setiap hari 07.00 ; PA : Sen 20.00 ; SBT : Ming 20.00 ), Evella 96.7 FM (TRUTH: setiap hari 05.30 ;  SK : Minggu 08.00), Radio Snara 103.4 FM ( SK : Sen/Sel/Rab 06.15 )
  • Palembang : Radio El John 95.9 FM ( SK : Kam & Sab 19.00 )
  • Pangkalan Bun : Radio Eskaem 93.3 FM ( TRUTH : setiap hari 07.30 ; SK : Ming 21.00 )
  • Pekalongan : Radio Blessing Family 107 FM ( TRUTH setiap hari 11.30 & SK : Ming 17.00 )
  • Pematangsiantar : Radio Suara Kidung Kebenaran 87.8 FM (TRUTH: setiap hari 05.30; SK: setiap hari 21.00), Siantar 94.9 FM (SK: setiap hari 06.00, Senin 19.00), Epi Ginosko 104.7 FM (SK: setiap hari 06.00, Senin 19.00)
  • Probolinggo : Radio Prima 89.7FM (TRUTH setiap hari 06.10 & 18.10; SK : Rab 06.45 )
  • Purworejo : Radio Pelita 107.9 FM ( TRUTH setiap hari 06.30 & 17.00 ; SK : Ming 21.00 )
  • Salatiga : Radio Bethany 107.7 FM (TRUTH setiap hari 04.30; SK: Kamis 12.00 & 23.00; Minggu: 06.45), Suara Agape 107.9 FM (TRUTH: setiap hari 08.00; SK: Senin, Selasa, Rabu 18.00)
  • Samarinda : Radio heartline 94.4 FM ( TRUTH setiap hari 19.30 ; SK: Minggu 21.00)
  • Semarang : Radio Agape 94.5 FM ( TRUTH setiap hari 03.00 ), Good News 94.9 FM ( TRUTH setiap hari 22.00 ; SK setiap hari 22.15), BeFM (TRUTH: setiap hari 06.00 & 15.00 ; SK setiap hari 05.30, Kamis 19.00)
  • Seruyan : Radio Pelita Kasih 91.5 FM ( TRUTH setiap hari 22.00 ; SK setiap hari 05.00 & 20.30 )
  • Sintang : Radio Pola Rekso 104.2 FM (SK: Minggu 07.00)
  • Soe : Radio Mercy 90.4 FM ( TRUTH setiap hari 13.00 ; SK : Kam 08.30 & 22.00, Ming 09.00 )
  • Solo : Radio Immanuel 101.1 FM (TRUTH: setiap hari 23.15)
  • Surabaya: Radio Bahtera Yuda 96.4 FM (TRUTH: setiap hari 22.00; SK: Selasa s.d. Minggu 21.00), Sangkakala 1062 AM (SK: Rabu/Kamis 05.00, 21.00)
  • Tarakan : Radio Suara Kasih 91.2 FM (TRUTH: setiap hari 05.15 ; SK: Sen/Rab 16.00, Sen/Sel 23.00, Jum/Sab 15.00)
  • Tarutung : Radio Bonafit 90.1 FM (TRUTH: setiap hari 23.00; SK: Senin/Rabu/Jumat 23.15)
  • Tegal : Radio Swara Wacana 107.7 FM (SK: Rabu 12.00 & 21.00)
  • Tomohon : Radio Kabar Baik 100 FM (SK: Sen/Sel/Rab/Kam  19.00, Jum 07.30, Sab/Ming 19.00)
  • Tobelo Maluku utara : Radio Suara Syallom Indonesia FM 90 Mhz ( SK setiap hari 19.00 )
  • Ungaran : Radio Sahabat Sejati 107.7 FM (TRUTH: setiap hari 17.00; SK: Senin s.d. Sabtu 06.00, Rabu 21.00, Ming 12.00)

Note : SK – Suara Kebenaran ; SBT – Sunday Bible Teaching

STASIUN TELEVISI YANG MENAYANGKAN PROGRAM SUARA KEBENARAN

  • Life Channel — Indovision/Top TV Channel 70 – Rabu, 11.30 & 23.30 WIB; Minggu jam 18.00 WIB
  • TV Borobudur Semarang – Minggu, 05.30 WIB
  • TV Palembang ( PAL TV ) – Rabu jam 11.00 WIB & Sabtu jam 11.00 WIB
  • TV Bangka (Setiap Minggu pertama dan ketiga, 18.00 WIB)
  • AFB TV Kupang – Setiap hari jam 06.00 & 18.30 WITA
  • KCTV Channel 21 UHF – Minggu jam 09.00 & Rabu jam 16.00
  • Pacific TV Manado – Selasa/Kamis/Sabtu 06.00 WITA ; Rabu, Jumat, Minggu jam 23.30 WITA
  • Molluca TV ( Maluku ) – Senin, Rabu & Jumat 06.00 WIT
Iklan

Responi Dengan Tanggung Jawab !

Mengenakan gairah Tuhan Yesus merupakan anugerah yang diberikan Allah hanya bagi umat pilihan.

 

Hidup yang diisi oleh gairah atau semangat Tuhan Yesus bukanlah kehidupan yang menakutkan dan membuat seseorang menjadi aneh serta tidak bisa menikmati kehidupan hari ini. Justru sebaliknya, inilah kehidupan yang sangat bernilai luar biasa. Kristus adalah teladan manusia yang sesuai dengan rancangan Allah semula, jadi kalau kita mau dikembalikan kepada rancangan semula tersebut, mengenakan gairah-Nya adalah suatu keharusan.

Jika kita kita diperkenankan memiliki kehidupan yang bernilai tersebut, itu merupakan anugerah yang tiada ternilai. Sama seperti Nuh, ketika ia menerima suara Tuhan untuk membuat bahtera. Di satu sisi, Nuh harus memikul tanggung jawab yang besar; tetapi di sisi lain, Nuh mendapat anugerah atau kasih karunia untuk diselamatkan bersama dengan orang-orang yang dicintainya. Itulah yang dikatakan oleh Alkitab, “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan ( Kejadian 6:8 ).

Jadi anugerah atau kasih karunia itu memuat tanggung jawab yang besar. Tidak mungkin Allah yang bertanggung jawab memberi kita anugerah tanpa tanggung jawab. Tetapi tanggung jawab tersebut tidak mengurangi nilai anugerah tersebut sama sekali.

Panggilan untuk mengenakan kehidupan Tuhan Yesus bukanlah beban, bukan sesuatu yang membuat seseorang merasa tertekan atau teraniaya. Panggilan itu justru suatu anugerah. Hanya saja sayang sekali karena banyak orang Kristen menganggap bahwa anugerah tidak perlu diresponi dan tidak butuh keaktifan, mereka gagal untuk menerima anugerah tersebut. Tanpa respons yang semestinya, kita tidak memasuki proses keselamatan. Ironisnya, banyak orang merasa telah memiliki keselamatan itu walaupun tidak mau bertindak secara memadai untuk meresponinya. Hati-hatilah sebab ini merupakan kebodohan yang membinasakan.

Perlu dicatat serius bahwa sesungguhnya tidak banyak orang yang memiliki kesempatan yang luar biasa ini. hanya orang yang terpilihlah yang mendapatkan kesempatan ini. Jika kita masih bisa mengetahui kebenaran ini dan belajar memahami petunjuk pelaksanaan kehidupan sebagai anak-anak Allah, itu berarti kita termasuk orang pilihan. Maka marilah dengan penuh ucapan syukur atas anugerah ini, kita serius menyambut pemilihan tersebut dengan penuh tanggung jawab meresponinya.

 

 

-Solagracia-

Pikullah Beban yang Dipercayakan !

Kita memikul beban dari Tuhan karena mengerti isi hati-Nya yang menginginkan kita turut dalam rencana agung-Nya.

Sejatinya seseorang seharusnya mengambil bagian dalam pelayanan bukan karena ia belajar teologi; bukan pula karena ia mengerti teknik-teknik pelayanan gereja; apalagi karena mencari keunggulan dalam materi, kedudukan, pendidikan atau segala nilai lebih di mata manusia. Seseorang seharusnya mengambil bagian dalam pelayanan berangkat dari memahami isi hati Tuhan. Ironisnya banyak orang mengejar gelar penginjil atau evangelis, guru injil atau pendeta, bukan karena memahami isi hati Tuhan, melainkan karena mereka ingin dipandang berbeda, dianggap lebih rohani, lebih suci, lebih diberkati dan lebih pandai daripada orang Kristen kebanyakan.

Dengan memahami isi hati Tuhan, pelayanan adalah kerelaan memikul beban Tuhan yang dipercayakan kepada kita. Kita memikul beban itu karena kita rela bersama-sama dengan Tuhan dalam segala pencobaan. Kita memikul beban itu karena kita rela menderita bersama-sama dengan Kristus. Kita memikul salib, kita minum cawan penderitaan.

Penderitaan itu tidak selalu berarti penderitaan fisik, tetapi kita menderita bagi Kristus dengan mengikuti jejak-Nya. Kita menderita dengan tidak mengasihi nyawa kita sendiri, artinya bersedia meninggalkan kesenangan dunia demi keselamatan jiwa-jiwa atau dipenuhi dan digenapinya rencana Allah di bumi. Seperti Tuhan Yesus tidak menyayangkan apa pun demi keselamatan manusia, demikian pula dengan kita, bila kita juga mau diajak sepenanggungan dengan Tuhan. Dalam hal ini menjadi orang pilihan Tuhan harganya sangat mahal.

Kita rela menderita bukan berarti kita sakit jiwa dengan mencari kesusahan, melainkan karena kita memahami isi hati Tuhan, bahwa Ia ingin memberi kita kesempatan untuk turut memenuhi rencana agung-Nya menyelamatkan dunia ini. Itu harus kita pandang sebagai suatu kehormatan, karena kita yang tidak ada apa-apanya ini bisa dipakai-Nya dalam rencana-Nya yang mulia.

Maka jika kita mau melayani Tuhan, masihkah motivasi kita untuk kepentingan diri kita sendiri ? Sudahkah kita sadar bahwa melayani Tuhan artinya menyerahkan diri untuk menderita ? Itu semua harus kita lalui jika kita ingin dimuliakan bersama-sama dengan Kristus. Jadi jangan berpikir terbalik, dengan menganggap menjadi pelayan Tuhan hari ini artinya mendapatkan kemuliaan di mata orang lain hari ini. Itu bisa membawa kepada kebinasaan kekal kelak.

-Solagracia-

Kerelaan Memikul Salib

Mereka tidak menyadari bahwa setiap orang memiliki pertaruhan. Suka ataupun tidak ia akan menuai apa yang ditaburnya.


Banyak orang Kristen tahu mengenai salib, tetapi tidak banyak yang sungguh-sungguh mau memikul salibnya sendiri. Salib adalah kesulitan, penderitaan atau hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup di dunia ini karena mengambil bagian dalam proyek penyelamatan umat manusia.

Setiap orang memiliki salibnya sendiri. Tidak ada salib yang sama persis. Karena itu kita harus menemukan salib kita sendiri. Itu dapat kita temukan dengan mengerti isi hati-Nya. Jika tidak, kita mungkin memperoleh penderitaan, tetapi itu bukan salib dari Tuhan, melainkan kesalahan kita sendiri yang sering kali memalukan.

Salah satu faktor mengapa orang tidak mau memikul salib adalah merasa bahwa nasib orang yang berjuang bagi Tuhan dan yang tidak berjuang sama saja. Toh semua juga masuk sorga, apa gunanya berjuang lebih giat ? Lebih baik bersenang-senang saja hari ini, nanti di sorga lebih senang lagi. Itulah sebabnya mereka ikut terhanyut dengan dunia ini, dengan segala budaya dan kesukaannya. Mereka tidak menyadari bahwa setiap orang memiliki pertaruhan. Suka ataupun tidak ia akan menuai apa yang ditaburnya. Tanpa disadari ia menabur setiap hari untuk apa yang akan dituainya di kekekalan.

Kita akan lebih rela melayani Tuhan dan mengorbankan apapun yang kita miliki jika kita sadar bahwa kita adalah orang-orang yang berutang kepada Tuhan. Kita utang jiwa, utang nyawa dan utang keselamatan. Dengan cara apa pun dan bagaimana pun kita tidak bisa membalas kebaikan Tuhan. Seandainya kita memberikan apapun yang kita miliki hari ini untuk Tuhan, itu belum sesungguhnya cukup untuk membalas kebaikan Tuhan. Jadi, kalau kita melayani Tuhan dengan ikut memikul salib bersama dengan Tuhan bukan karena kita mau memperoleh sesuatu, tetapi karena kita sudah menerima keselamatan-Nya.

Dengan menyadari hal tersebut maka kita akan rela mempersembahkan apapun yang kita miliki tanpa merasa memberi bagi Tuhan. Kita hanya mengembalikan apa yang bukan milik dan hak kita. Sungguh beruntung sekali, kalau apa yang kita lakukan bagi Tuhan di bumi ini akan diingat selamanya dalam Kerajaan Bapa di Surga, padahal kita tidak memberi; kita hanya mengembalikan.

Kita melakukan apa yang memang harus kita lakukan sebagai milik-Nya. Bagi yang mengabdi kepada Tuhan di bumi ini akan diberi kesempatan mengabdi bagi Tuhan selama-lamanya di Kerajaan Bapa di Surga. Dengan pengertian ini kita akan berani mempertaruhkan apa pun yang kita miliki bagi kepentingan-Nya.

Jangan merasa sudah tahu !

Hikmat Allah yang lebih berharga dari apapun juga, hanya disediakan-Nya bagi orang percaya yang serius berurusan dengan Tuhan.

Kalau seseorang tidak mengenal hikmat Allah yang benar yaitu Injil Kerajaan yang diajarkan Tuhan Yesus, berarti yang dikenalnya adalah hikmat lain yang bukan berasal dari Allah. Ini berarti ia tidak akan pernah mendapatkan kemuliaan dari Allah, melainkan kemuliaan yang lain. Perhatikan bahwa selain ada hikmat Allah, ada juga hikmat dari dunia ini. Orang-orang yang hanya mengenal hikmat dunia akan memperoleh apa yang dikenalnya tersebut.

Disini berlaku kebenaran apa yang dilihat itulah yang diperolehnya ( what you see is what you get ). Maka jelaslah, apa yang dilihat maksudnya dilihat dengan pengertian itulah yang akan diperoleh seseorang. Mengenal hikmat ini berarti memperoleh harta yang lebih berharga dari apapun juga ( 1 Korintus 2:6 ). Hikmat ini tidak bisa diberikan kepada semua orang; tetapi hanya bagi mereka yang sudah matang. Kata matang dalam teks ini adalah telios yang berarti “sempurna” atau “sudah selesai”. Ini adalah orang-orang Kristen dewasa yang benar-benar serius dalam berurusan dengan Tuhan. Orang-orang ini bisa memahami kemuliaan yang dimaksud dalam teks ini dan mengingini dan merindukannya. Inilah orang-orang percaya yang dikategorikan sebagai mengasihi Tuhan.

Bagi orang percaya seperti ini berlaku Firman : “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah timbul di dalam hati manusia : semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” ( 1 Korintus 2:9 ) Kepada mereka dipercayai untuk mengerti hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan telah disediakan Allah bagi kemuliaan orang percaya.

Sejatinya banyak orang Kristen hari ini yang belum melihat atau mengenal hikmat Allah tersebut,tetapi malangnya mereka merasa sudah tahu. Mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya mereka tidak tahu. Ada juga sejumlah besar orang Kristen lain yang sadar bahwa mereka tidak tahu, tetapi mereka juga tidak bermaksud untuk tahu. Waktu hidup yang sangat berharga untuk mendahulukan Kerajaan Sorga disia-siakan untuk perkara-perkara dunia yang tidak membawa kepada kemuliaan Allah, seperti Esau yang menukar hak kesulungannya dengan semangkuk makanan. Kemuliaan bersama dengan Tuhan ditukar dengan kesenangan-kesenangan sementara yang tidak bernilai sama sekali. Bagaimana dengan kita, apakah kita serius untuk mengenal hikmat ini ?

%d blogger menyukai ini: