Pencerahan Setiap Hari

Untuk mengalami pencerahan setiap hari, kita harus terus memiliki kehausan dan kelaparan akan kebenaran.

Pertobatan terhadap sikap hati yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan terjadi manakala pikiran kita dicerahi oleh Roh Kudus yang menuntun kita untuk memahami kebenaran Firman Tuhan. Pencerahan seperti ini dibutuhkan terus menerus, sehingga pembaruan batiniah yang kita alami terjadi berkesinambungan tiada henti.

Pencerahan-pencerahan oleh Roh Kudus seperti inilah yang mengenyangkan jiwa kita. Inilah manna baru dari Tuhan yang selalu segar, bukan manna basi yang bekas kemarin sehingga berulat dan berbau busuk. Seperti Musa yang marah terhadap orang-orang yang melanggar perintah Tuhan agar tidak meninggalkan manna sampai besok paginya, sebetulnya Tuhan juga patut marah terhadap orang-orang yang makan manna basi. Itupun untuk kebaikan umatNya sendiri, sebab jika manna baru memimpin kepada kerajaan Terang, manna basi memimpin orang kepada kerajaan kegelapan yang membinasakan.

Namun manna baru yang diberikan oleh Tuhan Yesus sering dianggap tidak menarik; orang lebih mencari manna basi, yang disampaikan oleh pembicara-pembicara yang tidak memperoleh pencerahan yang benar dari Roh Kudus. Manakala seseorang pembicara merasa sudah puas dengan pemahaman teologi yang telah dicapainya, ia tidak akan mengalami pencerahan. Yang disangkanya pencerahan dari Roh Kudus ternyata datang dari setan yang merasuk melalui virus materialisme. Jemaat pun tidak sadar akan manna basi ini, seab mereka tidak mencari Tuhan; yang dicarinya adalah mukjizat, berkat jasmani dan kemakmuran lahiriah untuk kepentingan dirinya sendiri.

Kalau begitu bagaimana caranya supaya kita mengalami pencerahan setiap hari? Caranya ialah memiliki kehausan dan kelaparan akan kebenaran (Mat. 5:6), yaitu kerinduan untuk mencapai tingkat-tingkat kekristenan yang semakin sempurna dan memuaskan hati Bapa. Rindukan manna yang baru, yaitu kebenaran yang diilhamkan Roh Kudus dalam diri kita.

Kebenaran dari Allah itu selalu baru, dan dapat membangkitkan rasa takjub yang luar biasa, sehingga kita akan mencintai kebenaran itu dan terus memburunya untuk memperoleh yang baru lagi. Suara kebenaran adalah barang langka dan mahal yang tidak bisa didapat di sembarang tempat, dan tidak bisa dibiarkan berlalu. Apabila masa untuk mendengarkan kebenaran itu dilewatkan, kesempatan itu pun berlalu.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 26 Mei 2012, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: