Siapa Kita di Mata-Nya

Orang Kristen begitu sibuk mencari dan memperbaiki jati dirinya, dengan harapan bahwa Tuhan akan berkenan kepadanya. Namun kalau jujur ditelisik ke dalam sanubarinya, akan ditemukan begitu banyak pemaksaan akibat pengajaran yang salah, dan kesalahan akibat pengertian yang dipaksakan. Apabila kita dulu adalah pendosa berat (baca: melanggar hukum Musa & hukum pidana), maka ketika kita menjadi “orang baik”, kita akan merasa sudah menemukan gambar diri. Sebenarnya kita sedang memaksa Tuhan untuk mengakui bahwa kita sudah baik. Atau kita hanya mengerti, bahwa inilah yang terbaik.

TRUTH edisi ini mengangkat tajuk “Siapa Kita di Mata-Nya”, menguak pengertian mengenai gambar diri. Sebab, bila tema ini tidak segera dirilis dikhawatirkan umat Tuhan merasa begitu aman di dalam zona kenyamanan rohani, dengan sudah merasa dirinya baik. Ketika kebenaran Kristus merangsek masuk ke dalam hati kita, dengan daya ubah yang memang dimiliki oleh Firman tersebut, kita pun akan tergugah mengenai arti sebuah gambar diri.

Kita akan lebih peduli apa maunya Tuhan dalam hidup kita, dan terus mengikis ego yang mengantar kita kepada pengertian gambar diri yang salah. Sebab yang terpenting adalah, apa yang diinginkan Tuhan sampai kita berani dengan lantang berkata, “Aku di dalam-Mu dan Engkau di dalamku, ya Yesusku”.

Naif sekali bila seseorang yang rusak hidupnya, kemudian bertobat versi manusia bermoral, kemudian memproklamasikan bahwa dia sudah menemukan gambar dirinya. Sebab jika gambar diri ditemukan melalui kendaraan kerusakan hidup di masa lalu, maka berapa derajat kerusakan yang layak disebut rusak? Sebab itu parameter yang relatif. Lantas bagaimana dengan orang lain yang hidupnya selama ini baik-baik saja? Kapan dia menemukan dirinya?

Jadi jelaslah bahwa sidang pembaca sangat memerlukan persiapan hati nurani untuk mengerti siapa diri kita di hadapan Tuhan, apa yang Tuhan mau di dalam perjalanan hidup kita, dan apa yang secara pribadi—sesuai dengan DNA khas diri kita—Tuhan mau kita kerjakan di muka bumi ini? Itulah hakikat dari perjuangan menemukan gambar diri yang benar di hadapan-Nya, sampai kita teruskan di kekekalan bersama Dia. Selamat menjadi kertas putih yang siap ditoreh oleh kasih Tuhan melalui TRUTH edisi kali ini.

Dapatkan Majalah TRUTH Edisi 21, “Siapa kita di Mata-Nya” dengan menghubungi:

Rehobot Literature
Gedung Roxy Square Lt. 3, Jl. Kyai Tapa No. 1
Jakarta 11450
Indonesia

Telepon: +62-21-5695 4546 ext. 30, +62-21-68 70 7000, 08 7878 70 7000
Email: info@truth-media.com

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 7 Februari 2011, in TRUTH, Video and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: