Mengenal dan Menikmati Allah

Dalam agama-agama tertentu di dunia ini Allah dibayangkan sebagai Allah yang bengis dan kejam. Matanya melotot atas setiap perbuatan yang kurang berkenan di mata-Nya dan tangannya memegang rotan yang siap dipukulkannya. Yang benar Dia adalah Allah yang penuh kasih dan anugerah. Allah yang kesukaan-Nya memberkati dan memberi sejahtera bagi umat-Nya. Sebagai bukti bahwa Allah itu baik; Ia menciptakan Firdaus untuk kita, Ia menjadi manusia untuk kita.

Kedatangan Tuhan Yesus bukan untuk menawarkan sederetan hukum-hukum dan peraturan ibadah. Tuhan Yesus tidak menawarkan sebuah penjara kehidupan yang membuat seseorang menjadi orang beragama yang ketat melaksanakan syariatnya. Tetapi Tuhan Yesus hanya menawarkan berkat dan anugerah Allah bagi siapa yang menaati-Nya. Ia datang untuk memberkati (Yoh. 10:10; 2Kor. 8:9).

Tetapi kenyataannya ada banyak orang kecewa dan bahkan ada yang mulai berpaling dari Tuhan karena ternyata tidak memperoleh apa yang diharapkan dapat diperoleh dari Tuhan. Mengapa demikian? Hal itu terletak pada faktor-faktor ini:

Yang pertama, tidak menerima kenyataan bahwa Tuhan Yesus datang membawa kerajaan surga. Harus diperjelas bahwa Ia datang membawa pemerintahan Allah sebagai prioritasnya. Itu berarti hal yang utama harus diterima oleh setiap orang yang datang kepada Tuhan Yesus adalah : Pertobatan penyucian diri oleh darah Tuhan Yesus, Kehidupan kekal bersama-Nya. Tuhan hendak mengungsikan kita dari dunia ini ke dalam kerajaanNya. Hal ini dijelaskan Paulus dalam Rm. 14:17.

Yang kedua, tidak menjadikan Tuhan jalan satu-satunya. Kalau seseorang datang kepada Tuhan Yesus, ia harus menerima dan mengakui bahwa Dialah jalan satu-satu dan sumber pertolongan terakhir yang kita harapkan dan andalkan. Datang kepada Tuhan Yesus tidak boleh karena hendak coba-coba. Mengapa ada orang yang coba-coba ? Sebab tidak mengerti kebenaran bahwa Ia datang membawa Kerajaan Allah. Dalam hal ini harus dipahami bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang tidak boleh diduakan (Mat. 6:24; Ul. 5:7). Orang yang coba-coba adalah orang yang tidak percaya dan orang yang tidak percaya tidak akan mendapat apa-apa dari Tuhan (Yak. 1:6-7). Percayalah bahwa Tuhan baik. Ia suka melihat keadaan kita baik-baik, dalam kelimpahan berkat-Nya.

Yang terakhir, tidak bertumbuh dewasa. Selanjutnya setelah kita menjadi anak Tuhan, Tuhan mau agar kita menikmati berkat-Nya. Agar kita dapat menikmati segala berkat yang Bapa sediakan, kita harus bertumbuh ke arah Dia. Dalam hal ini Bapa mau kita dapat menyukakan hati-Nya dengan kehidupan yang semakin sempurna. Kenyataan yang kita lihat banyak orang kristen yang kerohaniannya tidak bertumbuh dewasa. Sebagai akibatnya mereka akan disibukkan dengan berbagai persoalan minor yang tidak mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan.

SolaGracia.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 10 September 2009, in Renungan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: