Allah yang Berkuasa

Percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita berarti rela dimanfaatkan Tuhan bagi kepentingan-Nya.

Percaya bahwa Tuhan berkuasa atas alam semesta dan segala sesuatu adalah baik. Tetapi jauh lebih baik bila kita percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita, dan kita menerimanya dengan rela dan sukacita. Percaya bahwa Tuhan berkuasa atas alam semesta dan segala sesuatu dapat membuahkan iman dan mukjizat yang luar biasa. Tetapi percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita dapat membuahkan penurutan di mana rencana agung Tuhan dapat digenapi atas hidup kita. Percaya bahwa Tuhan berkuasa atas alam semesta dan segala sesuatu dapat mencenderungkan kita untuk memanfaatkan Tuhan bagi kepentingan kita. Namun percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita mengandung pengertian bahwa kitalah yang dimanfaatkan Tuhan bagi kepentingannya.

Kita percaya bahwa Tuhan berkuasa atas alam semesta karena memang alam semesta diciptakan oleh-Nya dan adalah milik-Nya. Dengan sikap yang sama kita pun harus percaya bahwa kita adalah milik-Nya dan bukan milik kita sendiri. Alkitab berkata bahwa “Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.” (1Kor. 7:23).

Banyak orang pada umumnya dapat menerima bahwa Allah berkuasa atas alam semesta ini. Tetapi jauh lebih banyak orang yang tidak dapat menerima bahwa Allah berkuasa atas diri mereka. Maksudnya berkuasa di sini adalah bahwa Tuhan berhak berdaulat, mengendalikan, dan menuntun hidup kita. Ini tidaklah adil, Saudaraku! Bila kita dapat menerima bahwa Allah berkuasa atas alam semesta ini, mengapa kita tidak dapat untuk menerima bahwa Allah juga berkuasa atas hidup kita? Bukankah Allah yang berkuasa atas alam semesta ini adalah Allah yang juga berkuasa atas hidup kita ini?

Maksud dari Allah berkuasa atas hidup kita ini adalah agar kita dapat menyatakan perasaan-Nya, pikiran-Nya, dan kehendak-Nya kepada dunia ini. Jadi kalau kita ngakunya dekat dengan Tuhan tetapi kita tidak makin peka dengan kehidupan orang lain, berarti ada yang error dalam hidup kita. Banyak orang yang rajin belajar firman, rajin berdoa, rajin mengikuti aktivitas gereja, rajin berpuasa, dan bahkan ada yang rajin berbahasa roh, tetapi mereka tidak peka terhadap kehidupan orang lain. Bila terjadi demikian, maka mereka adalah orang Kristen yang egois, kanak-kanak, dan orang Kristen yang sering memanipulasi Tuhan. Perlu ia pertanyakan lagi terhadap dirinya sendiri. Seungguh tragis, Saudaraku! Ngakunya sih dekat dengan Tuhan, tetapi hidupnya tidak menyatakan isi hati dan perasaan Tuhan.

Dalam hal ini bukan berarti kita tidak setuju dengan hal rajin berdoa, baca firman, berpuasa dsb. Tetapi jika kita hanya melakukan hal itu karena ingin menghadirkan kuasa Tuhan untuk kepentingan kita pribadi, itu sama saja kita mempermalukan diri kita sendiri di hadapan Allah dan umat-Nya. Tetapi jika kita percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita dan tunduk kepada kedaulatan-Nya, maka Tuhan bukan hanya memercayakan kuasa-Nya saja, tetapi Ia juga akan memercayakan rencana besar-Nya dalam dunia ini untuk kita genapi.

Di pantai Galilea, pada saat Tuhan memerintahkan Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya, Petrus mau menerimanya. Petrus mau untuk dikuasai dan menerima kedaulatan Tuhan atas dirinya. Ia tidak lagi mendengarkan kata hatinya sendiri, ia malah mendengarkan kata hatinya Tuhan. Ia tidak lagi mencari kesenangannya sendir, tetapi kesenangannya Tuhan. Ia tidak lagi seperti Petrus yang dulu—Petrus yang selalu hidup sesuka-sukanya dan Petrus yang selalu mengatur Tuhan untuk mengikuti kehendak pribadinya. Lalu bagaimana dengan kita sekarang?

Janganlah kita merasa bahagia kalau kita sudah dapat menerima dan memercayai Allah yang berkuasa atas alam semesta ini, tetapi terima dan percayailah juga bahwa Allah berkuasa dan berdaulat atas diri kita masing-masing.

SolaGracia.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 1 September 2009, in Renungan and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: