Iman yang Benar dan Mahal

Dewasa ini kembali terjadi bom bunuh diri, di Jakarta (Ritz-Carlton dan J.W. Marriott) dan juga sering terjadi di Irak, Afganistan, dan beberapa negara yang sedang mengalami konflik horizontal dan terorisme. Tidak dapat disangkal bahwa keberanian teroris untuk melakukan bom bunuh diri sangat mencengangkan. Mereka tidak ragu atas apa yang dilakukannya. Mereka menyongsong kematian dengan berani dan yakin bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah kematian yang sia-sia. Dalam hal ini yang hendak kita soroti adalah keberanian mereka mengekspresikan apa yang mereka yakini sebagai kebenaran dan apa yang menurut mereka harus mereka bela.

Fenomena ini memberi pelajaran yang sangat berharga bagi kita, yaitu bahwa keyakinan yang dimiliki oleh seseorang dalam level tertentu terekspresi secara konkret dan ekstrem. Demikian pula kalau kita sungguh-sungguh memiliki keyakinan bahwa mengiring Tuhan Yesus adalah pilihan yang terbaik, maka keyakinan ini seharusnya terekspresi dalam tindakan konkret kita pula. Jadi kalau tidak ada ekspresi berarti tidak ada keyakinan yang benar. Alkitab mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan seperti tubuh tanpa roh—mati (Yak. 2:26). Sekarang, perbuatan apakah yang ada pada kita yang menunjukkan iman kita? Bila tidak ada tindakan, itu berarti tidak ada iman.

Tindakan Abraham yang rela meninggalkan kemewahan Ur-kasdim dan rela mengurbankan Ishak sebagai kurban bakaran adalah tindakan Abraham yang ekstrem untuk menunjukkan bukti imannya. Di sini kita melihat bahwa harga iman yang dimiliki Abraham sangatlah mahal. Dalam Yak. 2:20-24 dikatakan, “Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: ‘Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.’ Karena itu Abraham disebut: ‘Sahabat Allah.’ Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

Kata “bebal” di sini membuktikan bahwa banyak orang Kristen yang bebal. Jika Abraham disebut sebagai Bapa Orang Beriman, itu karena ia menunjukkan imannya lewat tindakan yang meninggalkan kenyamanan Ur-kasdim dan mempersembahkan Ishak sebagai kurban bakaran. Jika harga iman kita hanya ditunjukkan dengan pergi ke gereja dan ikut melayani di gereja, lalu kita merasa sudah beriman, maka kita adalah orang bebal. Iman itu bukan suatu kepercayaan yang bersifat statis (tetap), tetapi suatu kepercayaan yang bersifat progresif (bertumbuh). Tidak cukup dengan hati percaya dan mulut mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dapat membuat kita selamat, tetapi juga dengan respons kita lewat tindakan nyata dalam keseharian yang rela melakukan segala sesuatu untuk Tuhan tanpa berbantah-bantah. Sampai detik ini apa yang sudah kita lakukan untuk Tuhan yang merupakan bukti nyata dari iman yang mahal?

Harga iman yang murni itu sangat mahal. Penyesatan yang terjadi saat ini yang sering dijumpai dalam diri orang-orang Kristen merupakan penipuan dari kuasa setan, yang membuat orang merasa sudah memiliki iman yang mahal hanya karena sudah tahu banyak firman, rajin datang ke gereja dan ikut melayani di gereja. Di sini iman dihargai sangat murah. Sedangkan iman yang benar dan mahal itu dihargai lewat seluruh aspek kehidupan yang dipertaruhkan untuk Tuhan. Ringkasnya, harga iman yang benar dan mahal adalah melakukan kehendak Bapa dalam keseharian.

SolaGracia.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 17 Agustus 2009, in Renungan and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: