Bukan Kejayaan Lahiriah

TRUTH Edisi 58/Mei

TRUTH Edisi 58/Mei

Dalam dialog terakhir yang terjadi antara Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya sebelum Ia naik ke Surga, para murid menanyakan bilamana Tuhan memulihkan kerajaan bagi Israel (Kis. 1:6–11). Tuhan Yesus tidak menolak kenyataan adanya pemulihan tersebut, tetapi Ia menunjukkan kepada mereka bahwa saatnya akan tiba nanti, sesuai dengan kehendak Bapa. Yang penting bagi orang percaya adalah meneruskan berita Injil sampai ke ujung bumi.

Dalam bahasa asli Alkitab, pertanyaan para murid tersebut dituliskan: “Κυριε, ει εν τω χρονω τουτω αποκαθιστανεις την βασιλειαν τω Ισραηλ?” (Kürie, ī en tō khronō tūtō apokathistanīs tēn basilīan tō Israēl?) Ada dua pokok pikiran yang penting di sini: masa ini (εν τω χρονω, en tō khronō) dan memulihkan kerajaan bagi Israel (αποκαθιστανεις την βασιλειαν τω Ισραηλ, apokathistanīs tēn basilīan tō Israēl). Kata “memulihkan” (apokathistanīs) berarti memugar atau membangun kembali kerajaan Israel. Dari kedua pokok pikiran ini terlihat bahwa mereka menginginkan Tuhan membangun kembali kerajaan Israel pada masa ini—pada masa hidup dunia sekarang ini, bukan nanti. Kerajaan yang mereka maksudkan bukan kerajaan mana-mana, melainkan kerajaan yang pernah dirintis oleh Saul kemudian dibawa ke zaman kejayaan dan puncak keemasannya oleh Daud dan Salomo.

Dari pertanyaan ini jelas bahwa murid-murid Yesus masih belum mengerti kebenaran Allah. Mereka belum mengerti visi dan misi kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia ini. Seharusnya mereka sudah mengerti, sebab mereka sudah kuliah selama tiga setengah tahun di bawah asuhan Sang Dosen Agung. Rupanya murid-murid Yesus ini sama seperti banyak orang Kristen hari ini, yang sudah begitu lama mengiringi Tuhan tetapi tidak tahu banyak mengenai kebenaran Allah—bahkan banyak yang berkonsep salah tentang Tuhan. Murid-murid semacam ini sebentar lagi akan drop out.

Ada beberapa kesalahan dalam pertanyaan para murid tersebut. Kesalahan yang pertama, pemulihan kerajaan Israel bukanlah pada waktu itu, tetapi pada saat yang akan ditentukan oleh Bapa. Kesalahan kedua, mereka tidak perlu tahu kapan Tuhan mengadakan pemulihan itu. Yesus berkata: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu.” Secara tidak langsung, Yesus juga ingin menyiratkan bahwa ada yang lebih penting yang harus engkau tahu dan kerjakan, yaitu menerima kuasa untuk menjadi saksi Tuhan sampai ke ujung bumi. Kesalahan ketiga, yang dipulihkan Allah bukanlah kerajaan Israel duniawi seperti yang mereka maksudkan atau fantasikan. Kesalahan ini sebenarnya sudah terjadi berulang-ulang, antara lain tatkala Petrus melarang Yesus ke Yerusalem (Mat 16:21–23); juga pada waktu mereka tidak mau menerima bahwa daging dan darah Yesus adalah makanan dan minuman (Yoh. 6:48–60). Mereka berhasrat menjadikan Yesus pahlawan duniawi. Yesus menegur mereka bahwa mereka mencari Tuhan hanya karena roti dan menjadi kenyang (Yoh. 6:26). Demikian pula pada waktu anak-anak Zebedeus meminta agar menjadi pejabat disebelah kanan dan kiri Tuhan sebagai pejabat-Nya (Mrk. 10:35–45). Di berbagai kesempatan orang-orang Yahudi hendak mengangkat Yesus sebagai Raja (Yoh. 6:15), juga pada waktu Tuhan Yesus masuk Yerusalem (Yoh. 12:12–13). Mereka mengharapkan Yesus tampil sebagai pemimpin Yahudi melawan bangsa Romawi.

Kerajaan yang akan dibangun Yesus adalah kerajaan-Nya yang bukan datang dari dunia ini (Yoh. 18:36). Kenaikan Tuhan Yesus membuktikan dan menunjukkan hal ini. Yang pasti, Ia datang dan membangun kerajaan-Nya.

Kesalahan yang serupa juga dilakukan oleh banyak orang Kristen saat ini, yang cenderung selalu ingin menikmati pemulihan atas segala aspek hidupnya sekarang, menurut waktu dan selera manusia. Kita dapat melihat begitu banyak orang yang berkesalahan seperti murid-murid ini, yaitu yang mencari Tuhan hanya untuk pemulihan ekonomi, kesehatan, keluarga, pekerjaan, jodoh, keturunan dan perkara fana lainnya.

Tuhan sanggup dan mau memberikan pemulihan atas hal-hal tersebut karena Ia terlalu berkenan untuk memulihkan keadaan kita. Kita yakin bahwa semua ini dapat dipulihkan oleh Allah. Tetapi kalau kita ke gereja hanya mengharapkan pemulihan dari perkara-perkara fana saja, bisa jadi kita tidak akan memprolehnya. Kalaupun kita memperolehnya lalu tidak mengerti visi dan misi Tuhan atas hidup kita, kita bisa dipukul Tuhan dan keadaan kita menjadi jauh lebih parah.

Tuhan menghendaki agar kita memancangkan perhatian kita kepada apa yang menjadi visi dan misi Tuhan, yaitu kedatangan Kerajaan Surga dengan Yesus sebagai Raja. Kerajaan tempat keadilan dan kebenaran ditegakkan secara sempurna; Kerajaan yang suci tanpa kenajisan dan dosa di dalamnya; suatu keadaan yang sangat sempurna. Oleh sebab itu kita tidak boleh menuntut hidup kita di dunia ini sekarang akan serasa di surga. Kekristenan tidak sama dengan agama-agama lain. Jangan berpikir bahwa kekristenan akan memberi kontribusi atas hidup kita sehingga lebih mudah. Adalah wajar apabila hidup seseorang yang telah disentuh oleh Injil akan terasa lebih sukar, sebab dengan menjadi Kristen kita dituntut untuk hidup sesuai dengan visi dan misi Tuhan.

Renungan ini diambil dari Renungan Harian TRUTH Daily Enlightenment Edisi 58/Mei 2009. Untuk informasi mengenai Renungan Harian dan Majalah TRUTH, yang ditujukan untuk orang Kristen yang dewasa rohani atau ingin dewasa rohani, silakan hubungi Rehobot Literature di 021-56954546 atau 021-68707000.

Iklan

About Erastus Sabdono

Preacher of truth, speaker in seminars, TV and radio programs, senior pastor of Rehobot Ministry

Posted on 20 Mei 2009, in Renungan and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: