Arsip Kategori: TRUTH

Jadwal Program Suara Kebenaran di Radio dan TV

Update jadwal program radio Suara Kebenaran dan Renungan Harian TRUTH per Februari 2010. Ikuti terus program Suara Kebenaran dan Renungan Harian TRUTH untuk memperoleh kebenaran Firman Tuhan yang murni.

STASIUN RADIO YANG MENYIARKAN PROGRAM SUARA KEBENARAN (SK) DAN RENUNGAN HARIAN TRUTH

  • Bajawa: Radio Pemulihan Kasih 96.5 FM (TRUTH: setiap hari 06.30; SK: Sen/Sel/Jum 09.00, setiap hari 18.30)
  • Banjarmasin: Radio Khana 89.7 FM (TRUTH: setiap hari 22.00; SK: Senin s.d. Jumat 19.00, Sabtu 19.00)
  • Barong Tongkok: Radio Suaka 103 FM (TRUTH: setiap hari 06.00; SK: Minggu 06.30)
  • Blitar: Radio Harmoni 107.1 FM (TRUTH: setiap hari 22.00; SK: setiap hari 05.00)
  • Comal: Radio Yobel 107.9 FM (TRUTH: Setiap hari 06.30; SK: Sel/Kam 11.30)
  • Jabodetabek: Radio Pelita Kasih 96.3 FM (SK: Selasa 21.00, Sabtu 05.00), Heartline 100.6 FM (SK: Senin 19.00), Ravi 576 AM (SK: Selasa 06.00), RS PGI Cikini (TRUTH: setiap hari 05.00, SK: setiap hari 07.30)
  • Jayapura: Radio Rock 101 FM (TRUTH: setiap hari 23.45)
  • Kediri: Radio Syalom 107.2 FM (TRUTH: Senin s.d. Sabtu 12.00; SK: Minggu 06.00)
  • Kotamobagu: Radio El Shaddai 105.1 FM (TRUTH: Senin s.d. Jumat 06.00; SK: Senin s.d. Jumat 12.00)
  • Kuala Kapuas: Radio Bahtera Hayat 91.4 FM (TRUTH: setiap hari 06.00; SK: Sen/Rab/Sab 18.30, Jumat/Minggu 08.30)
  • Kupang: Radio Lizbeth 98.4 FM (TRUTH: setiap hari 05.00; SK: Minggu 05.30, Rabu 21.00)
  • Magelang: Radio GKL 106.4 FM (SK: Minggu 21.00)
  • Malang: Radio Solagracia 97.4 FM (TRUTH: setiap hari 05.15, 21.45; SK: Senin s.d. Sabtu 20.00, Rabu 23.15)
  • Manado: Radio Sumber Kasih 90.2 FM (TRUTH: setiap hari 15.00), Mitra Kawanua 91.0 FM (SK: Selasa 10.00), ROM2 102 FM (SK: Selasa 10.00, Kamis 06.00), Kidung Syalom 107.8 FM (TRUTH: setiap hari 05.00; SK: setiap hari 15.00, 21.00)
  • Manokwari: Radio Suara Kemenangan 101 FM (TRUTH: setiap hari 06.45; SK: setiap hari 05.30)
  • Masohi: Radio Kidung Syalom 91.2 FM (TRUTH: setiap hari 05.00; SK: setiap hari 15.00, 21.00)
  • Nabire: Radio Swara Menara Kasih 101.1 FM (TRUTH: setiap hari 05.00; SK: Senin/Kamis 21.00)
  • Palu: Radio Proskuneo 105.8 FM (TRUTH: setiap hari 22.00; SK: Kamis 16.00)
  • Palangkaraya: Radio Kidung Syalom 91.6 FM (TRUTH: setiap hari 06.00; SK: Senin s.d. Jumat 19.00), Evella Channel 96.7 FM (TRUTH: setiap hari 06.00, 23.30; SK: Minggu 06.30)
  • Pematangsiantar: Radio Suara Kidung Kebenaran 87.8 FM (TRUTH: setiap hari 05.30; SK: setiap hari 21.00), Siantar 94.9 FM (SK: setiap hari 06.00, Senin 19.00), Epi Ginosko 104.7 FM (SK: setiap hari 06.00, Senin 19.00)
  • Probolinggo: Radio BKSM 98.8 FM (TRUTH: setiap hari 05.30; SK: setiap hari 05.45)
  • Salatiga: Radio Suara Agape 107.9 FM (TRUTH: setiap hari 08.00; SK: Senin, Selasa, Rabu 18.00)
  • Samarinda: Radio One Way 95.2 FM (SK: Rabu 22.00, Minggu 19.00)
  • Semarang: Radio Agape 94.5 FM (TRUTH: setiap hari 09.00; SK: Minggu dan Senin 12.00), Good News 94.9 FM (TRUTH: setiap hari 22.00; SK: setiap hari 22.15), BeFM (TRUTH: setiap hari 06.00 & 15.00;
    SK: setiap hari 05.30, Kamis 19.00), Keruxon 107.7 FM (SK: Sen/Rab/Jum 22.00)
  • Sintang: Radio Pola Rekso 104.2 FM (SK: Minggu 07.00)
  • Solo: Radio Immanuel 91.3 FM (TRUTH: setiap hari 23.15)
  • Surabaya: Radio Bahtera Yuda 96.4 FM (TRUTH: setiap hari 07.00, 23.00; SK: Selasa s.d. Minggu 21.00), Nafiri 107.1 FM (SK: setiap hari 07.30, 17.00, 22.00), Sangkakala 1062 AM (SK: Rabu/Kamis 05.00, 21.00)
  • Tarakan: Radio Suara Kasih 91.2 FM (TRUTH: setiap hari 09.30, 19.00; SK: Sen/Rab/Jum/Sab 15.00, Sen/Sab 23.00)
  • Tarutung: Radio Bonafit 90.1 FM (TRUTH: setiap hari 23.00; SK: Senin/Rabu/Jumat 23.15)
  • Tegal: Radio Swara Wacana 107.7 FM (SK: Rabu 12.00 & 21.00)
  • Tomohon: Radio Kabar Baik 100 FM (SK: Rabu 22.00)
  • Tondano: Radio Geovani Mart 96.5 FM (TRUTH: setiap hari 05.00; SK: Senin/Rabu 04.30, setiap hari 21.00)
  • Ungaran: Radio Sahabat Sejati 107.7 FM (TRUTH: setiap hari 17.00; SK: Senin s.d. Sabtu 06.00, Rabu 21.00)

STASIUN TELEVISI YANG MENAYANGKAN PROGRAM SUARA KEBENARAN

  • U Channel — Indovision Channel 95: Rabu, 07.30 WIB; Sabtu, 22.00 WIB
  • Pacific TV Manado: Selasa/Kamis/Sabtu, 07.30 WITA
  • TV 5 Manado: Senin s.d. Kamis, 21.30 WITA
  • TV Bangka: Setiap Minggu pertama dan ketiga, 18.00 WIB
  • TV Borobudur Semarang: Minggu, 14.00 WIB

Majalah TRUTH Edisi 17: “Rapor Merah Gereja”

Ada tim SAR kesasar. Tentu ini bisa bikin heboh dan jadi berita besar. Rasanya sulit dimengerti manakala “orang pilihan” yang ditugasi mencari yang terhilang, malah menjadi yang terhilang. Jangan salahkan manakala orang banyak lantas mencibir, tersenyum nyinyir, dan menjulukinya sebagai tim pandir. Hanya orang yang tebal muka yang mampu melenggang tanpa rasa malu. Ini aib yang sulit dibikin raib.

Sesaat setelah Mohandas Gandhi ditendang waktu melenggang dari gerbong kereta api yang tertera tulisan “White Only!” oleh orang-orang putih yang Kristen, sambil ngeloyor ia ngedumel, “Yesus juga bukan orang kulit putih!” Lantas sang pujangga pun berujar, ”… Ah, seandainya saja semua orang Kristen berlaku layaknya Yesus Kristus, maka tak satu pun insan di kolong langit ini menolaknya!” Merenung, kata sang pujangga kita mesti merenung. Sudah separah apa wajah gereja yang mestinya memancarkan wajah Kristus, sehingga kini dihujat laksana keparat?

TRUTH edisi ini tak hendak menepuk air di dulang, sehingga memercik muka sendiri. Tak juga hendak borok ini kami papar selayak orang luar. Sakitnya gereja adalah sakit kita. Gagalnya gereja juga gagal kita. Dan kita di sini adalah Anda dan kami.

Dengan penuh tanggung jawab kami kupas sisik melik gereja, uniknya gereja dengan kodrat ilahi dan manusiawinya. Dengan penuh hormat karena gereja adalah milik Tuhan, sedikit pun tak ada di benak kami untuk menyakiti biji mata kesayangan Tuhan. Namun rasa tanggung jawab bersama yang Tuhan percayakan harus kami ungkap semua demi koreksi di perjalanan ke depan.

Dengan menatap wajah gereja dewasa ini, seraya membandingkan dengan cetak biru yang telah Tuhan buat, kiranya gereja makin tahu apa yang mesti diperbuat. Jangan sampai gereja Tuhan menjadi gereja zombie atau gereja Yunus, dan jangan sampai gereja Tuhan keterusan mengarikaturkan Tuhan. Sebuah subjudul yang akan menghentak rasa “spiritualitas” Anda “Jangan Pergi ke Gereja” perlu Anda simak. Kiranya melalui tulisan-tulisan yang kami sajikan, gereja tersuluhi untuk melangkahkan kaki menuju target maksimal Tuhan.

Salam sejahtera kekasih Tuhan!

Dr. Erastus Sabdono

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Majalah TRUTH, hubungi (021) 5695 4546 ext. 30, atau hotline TRUTH di (021) 68 70 7000, 08 7878 70 7000. Email: info@truth-media.com.

Ibadah adalah Pelayanan

TRUTH Edisi 61/Agustus

TRUTH Edisi 61/Agustus

Kerajaan manusia di gereja harus diganti menjadi Kerajaan Tuhan; artinya pemerintahan Tuhan harus terselenggara dalam kehidupan orang percaya dalam seluruh kegiatannya, bukan hanya dalam lingkungan gereja. Pelayanan yang benar adalah pelayanan tanpa batas, artinya usaha yang dilakukan demi kepentingan atau keuntungan Tuhan, sehingga memuaskan dan menyenangkan hati-Nya (Gal. 1:10). Ini pelayanan yang tidak dibatasi oleh ruangan, berarti bukan hanya di lingkungan gereja dan lembaga-lembaga Kristen. Tempat pelayanannya adalah seluruh wilayah di mana mereka dapat menyelenggarakan hidup bagi kepentingan sesama.

Dalam hal ini, kita harus belajar apa yang dimaksud dengan ibadah. Ibadah atau yang juga sering disebut sebagai kebaktian bukan hanya terselenggara di gereja, tetapi di mana pun orang percaya berada harus beribadah atau berbakti kepada Tuhan. Rm. 12:1 mengatakan, “… Supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Artinya, ketika seseorang menggunakan seluruh potensi dalam kehidupannya untuk kepentingan Tuhan, itu sebuah ibadah. Untuk Tuhan berarti bukan hanya ditujukan bagi kegiatan gereja, tetapi ditujukan untuk kepentingan sesama manusia. Kata “ibadah” dalam ayat ini adalah λατρεία (latria) yang lebih tepat diterjemahkan “service” atau “pelayanan”. Jadi kalau selama ini banyak orang berpikir bahwa pelayanan adalah kegiatan gereja semata-mata, itu suatu pembodohan.

Dalam Mat. 25:31–46, Tuhan Yesus menunjukkan bahwa segala perbuatan baik yang telah kita lakukan bagi orang yang membutuhkan pertolongan, yang membuat mereka mengenal Juruselamat dan dipersiapkan masuk kerajaan Surga, adalah perbuatan baik Tuhan sendiri. Ini berarti bahwa justru pelayanan yang benar dan nyata adalah perjalanan hidup kita setiap hari di tempat kita menyelenggarakan hidup, baik di rumah, toko, kantor, pergaulan, sekolah, kampus, dan sebagainya. Di tempat aktivitas kita setiap harilah pelayanan yang sesungguhnya. Pelayanan ini pasti jauh lebih berdampak. Harus diingat bahwa garam bukan hanya di toko. Garam dibutuhkan di dapur, bukan di ruang tamu. Bila ditempatkan di ruangan yang salah, garam tidak akan efektif sesuai fungsinya. Garam di ruang tamu tidak berdampak. Garam justru berdaya guna di dapur atau di tempat di mana ia dibutuhkan. Gereja tidak terlalu membutuhkan orang Kristen berkiprah, tetapi justru di tengah-tengah masyarakatlah kiprah kita diperlukan. Gereja adalah gudang garamnya.

Artikel ini diambil dari Renungan Harian TRUTH Edisi 61/Agustus, Renungan Harian yang berisi pengajaran bagi umat Kristen yang ingin bertumbuh dewasa. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut mengenai Renungan Harian dan Majalah TRUTH, hubungi (021) 68 70 7000 atau 08 7878 70 7000.

Semuanya atau Tidak Sama Sekali

TRUTH Edisi 60/Juli

TRUTH Edisi 60/Juli

“Apakah sebenarnya persepuluhan itu? apakah orang Kristen masih terikat dengan perintah persepuluhan? Bolehkah persepuluhan diberikan kepada hamba-hamba Tuhan di daerah, bukan di gereja saya berbakti? Bagaimana kalau saya berikan kepada orang miskin?” Pertanyaan-pertanyaan seperti ini menunjukkan kedangkalan orang berpikir mengenai Firman Tuhan. Alkitab jelas mengatakan bahwa hidup kita adalah milik-Nya, sebab Ia telah membeli kita dengan harga yang lunas dibayar (1Kor 6:19–20). Jadi kita tidak berhak sama sekali atas kehidupan kita sendiri; semuanya adalah milik Tuhan. Bila seseorang menghayati kebenaran ini, maka ia berhenti mempersoalkan persepuluhan dan persembahan lain di dalam gereja.

Segenap hidup kita adalah milik Tuhan, maka kita tidak boleh “perhitungan” dengan Dia. Tuhan sudah memberi yang termahal yang ada pada-Nya, yaitu diri-Nya sendiri; maka apalah artinya segala sesuatu yang ada pada kita yang nilainya tidak ada apa-apanya dibanding dengan diri Tuhan Yesus Kristus sendiri yang telah dikorbankan bagi kita. Jika semua yang ada pada kita adalah milik-Nya, bagaimana bisa kita membuat perhitungan sepuluh persen, dua puluh persen, tiga puluh persen atau jumlah yang lain. Mengapa harus dihitung-hitung dalam mengembalikan kepada-Nya, seolah-olah kita masih berhak atas milik Tuhan tersebut?

Di dalam kebaktian, sering kita dengar pemimpin puji-pujian atau pemberita Firman memotivasi jemaat agar memberi lebih banyak dengan berbagai cara penyalahgunaan ayat Alkitab. Misalnya, menjanjikan bahwa kalau kita memberi banyak, maka kita akan mendapat banyak; penjelasan ini dirangkum dalam hukum tabur tuai (padahal ketika Alkitab berbicara mengenai tabur tuai pokok persoalannya mengenai perbuatan dalam daging dan perbuatan dalam roh, bukan mengenai persembahan uang). Cara lain adalah melalui intimidasi. Jemaat ditakut-takuti dengan ancaman: bila tidak memberi persepuluhan atau persembahan yang “pantas”, maka Tuhan akan menghukum dengan mengirimkan belalang pelahap, kutuk dan berbagai tulah atau hukuman yang merusak hidup ekonomi, bisnis dan pekerjaannya. Intimidasi ini bisa efektif bagi mereka yang berasal dari agama lain, yang terbiasa dengan “Tuhan model itu”, yang suka memeras milik orang lain. Tuhan kita ialah Tuhan yang tidak memaksa, Tuhan yang menghendaki umat pilihan-Nya dengan kesadarannya sendiri mengasihi-Nya. Mengenai persembahan yang dibawa kepada Tuhan karena kita mengasihi-Nya, adapun jumlahnya tergantung dorongan Roh Kudus, karena kita hanya sebagai pengelola milik Tuhan. Di sini anak-anak Tuhan harus cerdas dalam mempertimbangkan jumlahnya dan kepekaan terhadap komando Roh Kudus.

Artikel ini diambil dari Renungan Harian TRUTH Edisi 60/Juli, Renungan Harian yang berisi pengajaran bagi umat Kristen yang ingin bertumbuh dewasa. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut mengenai Renungan Harian dan Majalah TRUTH, hubungi (021) 68 70 7000 atau 08 7878 70 7000.

TRUTH Edisi 16: Mukjizat atau Sugesti?

Kewaspadaan adalah harus dan mutlak, apalagi menyangkut soal iman. 1Yoh. 4:1, memerintahkan dengan tegas agar orang percaya menguji setiap “roh”. Betapa naifnya manakala orang percaya secara membabi buta memercayai apa saja yang didengar dalam ajaran dan khotbah di setiap mimbar. Kita tak bisa mengelak dengan menimpakan semua kesesatan kepada seseorang (baca pemimpin), lantas kita cuci tangan. Semua orang percaya bertanggung jawab masing-masing atas apa yang dia percayai. Itu sebabnya, adalah mutlak bagi orang percaya untuk belajar dengan tekun dan teliti Kitab Suci.

Sudah banyak santer orang dengar tentang kosa kata sugesti, hipnotisme, juga sihir. Tapi apa itu kesemuanya? Dalam kaitannya dengan mukjizat, ada sekelompok orang yang kurang mencermati, apa itu haki-kat dan sejatinya mukjizat. Tak sedikit juga terjadi praktik manipulasi—baik disengaja atau tidak—upaya pemaksaan mukjizat yang buntutnya sebenarnya hanyalah rekayasa sugesti atau hipnosis. Atau di pihak lain, tak sedikit orang yang lantas pesimis, serta merta memvonis semua mukjizat yang yang terjadi hanyalah rekayasa hipnotisme atau sugesti.

Demi menyuluhi umat Tuhan dalam mencerna dan memilah mana-mana yang memang karya Tuhan yang ajaib atau mukjizat dan mana yang hanya sugesti, dalam edisi ini TRUTH menyajikan pernak-pernik di sekitar fenomena ajaib di lingkungan gereja atau masyarakat. Apa itu sugesti, apa itu hipnotisme dan apa itu mukjizat dipaparkan dan diulas dan dibeberkan agar menjadi terang dan membuat umat Tuhan menjadi bijak dalam menghadapi tantangan zaman yang makin garang.

Pokok bahasan ini mendesak, mengingat makin dekatnya hari Tuhan,
tak mungkin bisa tolak kemunculan kesesatan yang makin meruyak. Entah dengan pengandaian seperti apa gambaran zaman ini hendak kita paparkan, tapi yang jelas apa yang disebut penyesatan, kalau dicermati membuat hati kita tercekam. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas, kesesatan terus berakselerasi menjelang eksekusi si penyesat. Rasanya hari-hari ini dan ke depan amatlah sulit untuk orang menghindari perjumpaan dengan kesesatan. Dan secara kualitas, betapa makin sulitnya orang membedakan mana yang sesat dan mana yang sehat. Sama sulitnya orang menghirup udara sehat di bawah langit Jakarta. Orang harus bernafas, orang harus menghirup udara, tetapi siapa yang bisa memilah mana udara sehat dan udara yang kotor? Semoga TRUTH terus dimampukan untuk mengungkap kebenaran!

Dr. Erastus Sabdono

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 780 pengikut lainnya.